Jumat, 05 November 2010

Ultah ke-26 dan Erupsi Merapi di Yogyakarta

Istana Negara, Jumat, 5 November 2010, pukul 17.55 WIB

Hari ini saya genap berusia 26 tahun. Setiap saya berulang tahun, tak pernah saya mengharapkan kado berbentuk barang dari siapapun. Entah dulu saat masih berpacaran atau kini sudah menikah, atau dengan keluarga dan teman sekalipun. Doa-doa yang mereka ucapkan sudah lebih dari cukup untuk menyenangkan hati saya. Karena saya berfikir, diantara puluhan doa tersebut pasti ada satu atau dua orang yang doanya diijabah oleh Allah SWT.

Berhubung saya sedang hamil, lebih tepatnya menjelang melahirkan, doa terbanyak yang mereka panjatkan untuk saya adalah agar saya dimudahkan dalam melahirkan Kenzie nanti. Penggalan doa itu begitu menyentuh saya, karena doa yang sama saya baca berkali-kali baik di dalam hati maupun lisan. Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas paket-paket doa tersebut.

Begitu banyak peristiwa yang terjadi hari ini. Yang paling menyedot perhatian adalah erupsi Gunung Merapi yang sangat dasyat dini hari tadi, lebih dari 100 orang meninggal terpanggang hidup-hidup karena awan panas bersuhu 600-800 derajat celsius. Hari ini, semua isu lewat. Semua redaktur, reporter dan petinggi negeri fokus ke Merapi.

Istana nggak kalah heboh, secara mendadak Presiden memutuskan untuk berkantor ke Yogyakarta sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Selepas salat Jumat, Presiden rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait yang mengurusi masalah bencana. Menjelang asar,Presiden menggelar konferensi pers. Paspampres, orang biro pers istana dan wartawan yang mau berangkat ke Yogyakarta tergopoh-gopoh menyiapkan ini itu untuk keperluan di sana.

Saya, yang sedang meliput di Istana juga nggak kalah sibuk. Alhamdulillah Kenzie mengerti kalau mama-nya sedang disibukkan dengan berita-berita Merapi. Jangan tanya bagaimana perasaan saya hari ini, saya terharu dan bahagia dengan doa-doa dari teman-teman saya dan sekaligus sedihnya bukan main karena nggak tega liat korban letusan Gunung Merapi. Yogyakarta berubah menjadi abu-abu.

Ya Allah, semoga engkau segera menyudahi musibah ini. Bagi yang wafat, berikan mereka surga-Mu dan bagi mereka yang masih hidup, berikan mereka ketabahan dan kesabaran untuk menghadapi cobaan-Mu.. amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar