
Minggu, 28 November 2010, adalah hari terakhir saya di kantor ini. Sedikit sedih sih karena besok dan besoknya lagi saya sudah nggak kerja untuk media yang saya cintai ini.-Dicintai secara pekerjaan tapi tidak dengan manajemen bapuk-. Well, meski saat cuti saya masih terdaftar sebagai karyawan kontrak di sini, tapi hitungan saya sudah tidak lagi, mulai hari ini.
Berikut saya jabarin bagaimana hari terakhir saya di kantor yang kalau weekend ini panas bak neraka karena AC mati. hihihi..
Jam 6.30, lokasi di kontrakan
Saya bangun, kesiangan sih, dan nggak salat subuh pula. Saya mandi, bikin susu untuk diri sendiri dan kopi untuk suami. Diselingi ngejemur baju, hasil kerja di kamar mandi berkolaborasi dengan mesin cuci kemarin. Ngeringin rambut dan jam 7.30 berangkat ke Stasiun Depok Baru. Nggak sampe 30 menit kereta ke Jakarta dateng. Kali ini, nggak naik AC Ekonomi atau Ekspres, maklum ini kan weekend jadi penumpang juga nggak banyak. Alhamdulillah dapat tempat duduk. 45 menit kemudian sampailah saya di kantor.
Jam 8.45 WIB, lokasi di Stasiun Gindangdia
Karena belum sarapan, saya beli nasi uduk di bawah rel kereta dan akan memakannya setibanya di kantor. Perjalanan dari Bareta (Bawah rel kereta) betul-betul saya nikmati. dan jam 9 sampailah saya di kantor.
Jam 09.00 WIB, lokasi di Kantor : Seperti yang sudah diduga sebelumnya, AC kantor mati saat weekend. Menyebalkan ya?. Hawa panas dan pengap, bau rokok dan debu menyambut saya. Dua orang reporter piket malam terlihat kusut di mejanya masing-masing, mungkin mereka belum tidur sejak semalam. Saya menyapa mereka dan sedikit membahas kesalahan berita yang saya tulis atas nama Ferdinan kemarin.
Sambil makan di lobi kantor yang dingin -heran, hanya AC di ruangan ini yang nyala- saya, Ferdinan dan Misbahol Munir ngobrol soal manajemen kantor. Misbahol, new comer ini, tanya-tanya soal kontrak dan lainnya, seperti salary reporter yang memprihatinkan sampai kenaikan status karyawan kontrak. Saya dan Ferdinan cuma bisa ketawa. Kami berdua cuma berpesan sama si new comer ini untuk tidak berharap banyak sama kantor ini.
Jam 9.30 WIB, obrolan selesai, mereka berdua pulang dan seorang asred yang baru saja menikah minggu lalu datang. Di redaksi news, hari ini cuma ada saya, Kang Dede si penganten baru dan Korlip. Time to work!
Dua jam berlalu, tapi mas Korlip belum juga datang, si manten baru nyeletuk kalau mas Korlip emang jagonya ngaret. "Padahal sebagai seorang Korlip dia harus datang lebih pagi, apalagi kalau hari minggu gini, kan kasihan yang piket," kata manten baru. Saya, no comment deh! Nanti kalau orangnya datang ya cuekin aja. Apapun yang terjadi dengan kantor ini hari ini beserta isinya, saya udah masa bodo.
Jam 11 lewat; Time to pesan makanan. Delivery Hokben enak kali ya, saya bersama seorang asred dari kanal lifestyle dan seorang reporter otomotif pesan Hokben. Pesanan datang jam 12.30 WIB. Langsung saya makan heheheh.. lapar booo..
Setelah makan siang, nggak ada acara dan peristiwa yang spesial. Ritmenya sangat flat, saking sepinya, saya masih bisa facebookan dan YM-n sama beberapa teman.
Oia, untuk sekedar mengenang dikemudian hari. Hari ini saya ditemani Korlip, Kang Dede, Susi (kanal news). Dari kanal sport ada Azwar dan seorang reporter yang nggak saya kenal namanya, anak baru soalnya. Di kanal lifestyle ada mba Nisa, di Kanal Ekonomi ada Widi dan seorang reporter baru. Di Kanal International ada seorang reporter baru dan Pasha dari kanal Otomotif. The only man redaktur pelaksana, Bang Fetra. Obe-nya Mas Wawan. Nongol pas jam makan siang doang dan sisanya ngabur entah kemana heheheh.
1 jam menjelang pulang, saya sempetin nulis di blog ini dan ngetik beberapa berita daerah. Usai azan maghrib dan salat maghrib, saya sama Susi mau pulang, kebetulan rumah kita searah looh..
Akhirnya, saya cuma bisa mengucakan selamat tinggal pekerjaan yang sangat menyenangkan, selamat tinggal manajemen kantor yang buruk dan sampai bertemu lagi temen-temen reporter di lapangan, di lain kesempatan pastinya.. someday, saya akan merindukan pekerjaan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar