Selasa, 09 November 2010

Saya Nunggu Keajaiban dari Allah

Istana Presiden, Selasa 9 November 2010.

Minggu ini kehamilan saya memasuki usia 36 minggu dan posisi Kenzie belum juga berubah. Kepala Kenzie masih di atas. Semalem sih udah ke Bidan Eka dan beliau nyuruh saya untuk USG lagi. Oke, saya memang mau USG lagi, tapi nanti tunggu dokter Bob pulang dari Tanah Suci atau sekitar tanggal 22 November. Tiga minggu dari sekarang. Tak apa-lah menunggu tiga minggu, toh saat dokter Bob pulang usia Kenzie didalam kandungan udah masuk 38 minggu. Usia yang pas untuk dilakukan tindakan sesar, jika memang harus sesar.

Tapi sejauh ini, saya masih optimis dan berusaha untuk membuat kepala Kenzie masuk panggul. Saya percaya, didalam sana Kenzie pasti berjuang untuk mencari jalan ke panggul. Upaya saya untuk membuka jalan ke Kenzie bukan sehari dua hari, saya sudah lakukan ini sejak diketahui kepala Kenzie masih di atas, atau sekitar minggu ke 33. Karena minggu-minggu sebelumnya Kenzie udah di bawah kepalanya. Hanya Allah yang Maha Tahu kenapa bisa terjadi seperti ini.

Yang saya percaya, bahwa proses terbentuknya manusia didalam rahim sepenuhnya kekuasaan Allah. Saya sebagai manusia tugasnya hanya menjaga, berusaha agar anak ini tetap sehat, membekali dia dengan ilmu yang saya miliki dan berdoa kepada Allah agar anak ini diberi kesempurnaan fisik dan jasmani dan sebagainya. Sisanya, tergantung bagaimana Allah.

Setelah rutin berminggu-minggu saya nungging tapi kepala Kenzie nggak juga turun, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, leher Kenzie terlilit plasenta dan kedua plasenta saya yang pendek. Sebetulnya ada alternatif lain agar kepala Kenzie bisa masuk panggul, yaitu diputar dari luar tapi tindakan ini membahayakan nyawa Kenzie. Disamping itu, dunia medis sudah 'mengharamkan' hal ini. "Kita tidak bisa memaksakan posisi bayi mau seperti apa, biar dia sendiri yang menentukan mau bagaimana, dicoba lagi aja ya nunggingnya, kalau minggu depan memang nggak bisa ya terpaksa harus melahirkan di rumah sakit (alias disesar)," kata bu Bidan Eka semalem.

Saya sudah antisipasi kalau memang jalan sesar harus ditempuh. Setidaknya saya dan Seno sudah menyiapkan budget yang terjangkau untuk biaya sesar. Bukannya saya patah semangat untuk melahirkan normal. Tapi, apa iya saya nggak menyiapkan rencana-rencana lain selain bisa normal. Dalam kelahiran bukannya hanya dua alternatif, dan baik yang sudah dinyatakan bisa normal sekalipun juga harus menyiapkan biaya lebih untuk sesar kan?

Saya dan Seno juga begitu. Syukur-syukur kalau memang nggak jadi sesar. Saya dan Seno juga nggak mungkin ngambil resiko yang membahayakan nyawa Kenzie. Bu Bidan yang udah pengalaman puluhan tahun jadi bidan udah bilang kayak gitu. Nah, saya tinggal nunggu dokter Bob pulang dan menunggu rekomendasi dari dia.

Saya cuma nggak ingin mengalami kejadian kayak adik ipar saya. Udah di USG 2 kali, tapi USG-nya 2 dimensi, nggak kedeteksi tuh anaknya kelilit tali plasenta. Akibatnya, dia harus mengalami rupa-rupa tindakan, mulai dari induksi, dimasukkan balon ke vaginanya atau entah apa, yang intinya usaha untuk mengeluarkan anaknya, entah rasa sakit yang seperti apa yang sudah dia rasakan. dan ujung-ujungnya disesar juga karena ternyata anaknya terlilit tali plasenta.

Mungkin, kesalahan dia adalah dia nggak nyoba untuk USG 4 Dimensi. Atau mungkin juga dia nggak tau atau nggak punya biaya untuk USG 4 Dimensi. Bukannya rasa sakit yang saya takutkan, tapi lebih ke efisiensi waktu dan biaya. Coba deh, untuk melewati tindakan yang saya ceritain dia ngabisin berapa hari di Rumah Sakit Budi Kemulyaan, ada kali ya dua hari, baru deh malemnya diputuskan untuk disesar karena denyut jantung anaknya melamah. Nah, dengan tahu secara dini, berarti kan saya dan Seno udah tau apa yang harus dilakukan. Saya nggak mau memaksakan untuk normal jika memang tidak memungkinkan untuk dilakukan itu. Tapi selagi peluang untuk normal ada, saya dengan senang hati melakukan usaha apapun.

Seorang teman membesarkan hati saya lewat chating kemarin. "Setiap anak punya jalan lahir sendiri dari Allah,"

Ya, saya percaya, Allah punya cara sendiri untuk mengeluarkan Kenzie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar