Senin, 22 November 2010

Cinta Setelah Menikah Itu Ibadah


Sejak menikah saya nggak pernah bicara lagi soal cinta, soal sayang, soal perhatian dan kerinduan.. Soalnya, semua sudah saya dapatkan. Dari dia. Seno, my husband.

Setiap tindakan, pikiran dan rencana-rencana yang saya buat mencermintakn cinta, sayang dan kasih saya yang besar untuk dia. Satu tahun sudah berlalu, saya tahu sebagai istri, saya nggak sempurna. Saya punya segudang kekurangan baik fisik maupun nonfisik. Insya Allah saya nggak malu untuk terus berbenah diri jadi istri yang baik dan kelak jadi ibu yang baik untuk anak-anaknya.

Sebagai istri, semua saya kerjakan sebisanya, semampu saya, semaksimal yang bisa saya berikan untuk rumah tangga kami. Rasa percaya, berusaha untuk selalu jujur, saling mendukung dan saling mendoakan kesuksesan dan kesehatan satu sama lain itu mutlak dilakukan. Setidaknya bagi saya.

Setelah menikah, maka apa yang saya perbuat tercatat sebagai ibadah. Perbuatan sepele apapun, mulai dari masak, nyuci piring, bersih-bersih rumah, nyuci, nyetrika, nyiapin makanan dan sebagainya jadi ibadah. Perbuatan buruk yang saya lakukan tercatat sebagai dosa. Dan setelah menikah, cinta, kasih dan sayang seorang istri pada suami juga terhitung ibadah. Sejak saya tahu bahwa menikah itu ibadah, saya jadikan menikah sebagai ladang ibadah saya, tempat saya meraup pahala sebanyak-banyaknya. Walau kadang, keluhan tidak jarang terucap dari mulut saya. Wajar, karena saya manusia biasa.

Setahun lebih menikah alias berumahtangga, saya belajar banyak hal dari pasangan saya, keluarganya, dari orang tua saya dan lingkungan saya. Saya belajar sabar ngadepin cobaan, belajar mengatur keuangan agar kami bisa menabung, belajar mengatur waktu dan belajar jadi orangtua. Kadang, saya meminjam Zahra -adik saya yang paling bontot- untuk latihan. Latihan kesabaran dan menyelami dunia anak-anak. Saya percaya, apa yang kita perbuat dampak langsungnya langsung ke diri kita. Untuk itu, saya berusaha banget agar perbuatan saya selalu terjaga, hati-hati dan penuh perhitungan.

Saat saya datang terlalu pagi di Press Room Istana Negera, Selasa 28 September 2010..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar