Selasa, 14 Desember 2010

Salah Ngitung Prediksi Persalinan?

Tanggal 14 Desember, hari ini sesuai dengan prediksi dokter saya sudah melahirkan. Tapi nyatanya belum, ada sedikit kekhawatiran tapi buru-buru saya tepis. Ini pasti salah hitung, karena waktu itu saya salah ngasih tau tanggal terakhir haid saya ke dokter dan bidan yaitu 5 maret 2010. Pas saya, liat-liat kalender haid lagi, ternyata haid terakhir saya 10 Maret. Nah, kalau yang dipakai 10 Maret, berarti prediksi kelahiran yang benar adalah tangal 17 Desember. Masih 3 hari dari sekarang.

Sebetulnya, belakangan ini saya agak bete sih. Mungkin akumulatif karena hampir 3 minggu saya ngendon di rumah tanpa ada aktifitas yang berarti. Biasanya saya wara wiri, kesana kesini, eh tiba-tiba masuk kandang. Hmmm, orang yang gak hamil yang setipe sama saya aja pasti ngerasain hal yang sama. kebetean saya nambah, saat saya dihujani pertanyaan "Kapan lahiran?" atau "Kok nggak lahir-lahir sih?".. Ya ampun, mending nanyanya sekali, lah ini berulang kali. Saya, yang tadinya tenang-tenang aja jadi sedikit terpengaruh. Akhirnya, hanya mereka yang bertanya satu kali yang saya jawab, mereka yang tanya berkali-kali via sms dan facebook saya cuekin. Kalau yang nanya ketemu langsung, paling saya jawab "Belum waktunya lahir, gimana dong?"

Kadang, saya ngebandingin juga sama temen-temen yang persalinannya lebih cepat dari prediksi. Usaha saya untuk merangsang kontraksi juga jalan terus, mulai dari merangsang puting sambil massage payudara, berhubungan seksual sama suami dua hari sekali sampai banyak jalan. Hasilnya, emang sih kontraksi, tapi nggak mules-mules. So, saya terusin aja usaha itu, sambil berdoa banyak-banyak lah sama Allah.

Disamping itu, saya terus mensugesti bahwa persalinan saya akan lancar, mudah dan cepat, NORMAL pula! hehehehhe..

Kalau pun sampai tanggal 17 Desember nggak kunjung lahir, saya mau ke dokter, mau ngecek kondisi air ketuban dan plasenta saya. Pokoknya saya akan sabar menunggu datangnya mules yang alami. Sempet browsing juga sih gimana caranya merangsang mules, dan muncullah RUMPUT FATIMAH.. Katanya, rumput fatimah ini tokcer banget untuk merangsang mulas dan mempercepat proses persalinan. Tapi, melihat resiko pendarahan yang hebat akibat meminum ini saya jadi mikir dua kali. Karena didalam rumput fatimah ini mengandung zat yang bisa membuat pembuluh darah pecah. Ini dipakai juga untuk memperlancar haid, dan para wanita yang mau nggugurin kandungan. Mungkin, tergantung dosis kali ya..

Mungkin, nggak ada salahnya dicoba.. dan pokoknya, Induksi adalah alternatif terakhir setelah usaha-usaha tadi. Doakan ya..

Minggu, 05 Desember 2010

Inilah yang Harus Dilakukan Sebelum Bersalin

Bersalin, melahirkan atau ngebrojolin orok pasti dialami hampir semua perempuan -kecuali mereka yang memang nggak ditakdirkan hamil dan melahirkan ya, itu lain cerita-. Kesibukan para calon ibu yang akan melahrkan anak pertamanya menjelang melahirkan pasti macam-macam. Ada yang sibuk nyari info gimana rasanya melahirkan, rasa sakit yang diderita, teknik mengejan yang benar sampai bagaimana pernak-pernik mengurusi bayu lahir. Itu sih saya banget.

Khusus untuk yang satu itu, saya lagi belajar untuk tetap rileks dan berpikir positif. Rileks akan membuat saya lebih sabar dan tenang. Kenapa mesti sabar, karena emosi orang mau melahirkan super sensitif. Dia akan mengalami satu hal yang menakjubkan, menyakitkan sekaligus menyenangkan. So, perasaan itu hampir dialami semua calon ibu yang mau melahirkan.

Soal sakit, semua orang melahirkan pasti merasakannya. Entah disesar atau normal. Tapi bukan itu intinya, bagi saya setiap orang punya cara sendiri-sendiri buat menghadapi rasa sakit dan rasa takut. Peristiwa melahirkan antara ibu yang satu dengan ibu yang lain juga nggak bisa disamakan. Ya kan? setuju nggak?

Ada teman saya yang belum lama ini melahirkan, dia cerita, mungkin kedengerannya menakutkan ya buat orang lain atau buat dia juga. Tapi kok saya biasa aja yang dengernya, karena buat saya, saya nggak ngalamin itu jadi bagaimana bisa saya membenarkan cerita dia kalau saya aja belum mengalami. Orang mau cerita sehoror apapun ke saya soal melahirkan, nggak akan ngaruh. Karena saya belum mengalami sendiri.

Kalau saya lagi kontraksi palsu atau mengeluh sakit pinggang atau apalah, entah kenapa nggak ada keinginan mengekspresikan dengan berteriak atau melakukan suatu yang ekstrim. Paling banter saya ngadu aja ke suami, atau menghirup nafas dalam-dalam untuk mengalihkan rasa sakit.

Hal yang sama akan saya lakukan saat rasa mulas yang konon katanya 1000 kali lipat dari mulasnya orang diare. Justru saya lagi nunggu mulas itu datang. Anytime, semakin mules semakin baik. Tak apalah merasakan mules berjam-jam, karena setelah itu Allah akan kasih obatnya, yaitu liat anak saya. Ya kan? Saya percaya deh, Allah itu adil. Dia yang membuat rasa sakit dan Dia juga yang ngasih penyembuhnya.

So, Bumil, untuk apa tegang, relaks aja karena melahirkan itu bagian dari proses alami.

Jumat, 03 Desember 2010

Nunggu Kenzie Lahir (Part 1)

Sudah lima hari saya di rumah aja. Bosen? enggak tuh. Karena banyak hal yang saya kerjain di rumah. Mulai dari rutinitas pekerjaan rumah tangga yang kemaren-kemaren saya lakukan seminggu sekali. Misalnya, kayak nyuci baju dan menyetrika hehehehe. Kalau cuci piring dan ngepel sih bisa lah sekarang sehari sekali. Itung-itung sambil nunggu Kenzie lahir. Tapi emang dasarnya juga sih saya nggak bisa diem.

Bebenah saya mulai dari ruang depan, saya mensweeping barang-barang di lemari yang udah nggak layak disimpan. Lumayan capek karena harus bangun duduk, bangun dan duduk lagi. Secara ya booo perut lagi guede gini. Semar-semir sepatu, njemur sepatu, dan beresin dapur. Hasilnya, tatanan rumah jauh lebih better.

Ternyata enak ya jadi Ibu RT. Pagi-pagi setelah salat subuh, bikin sarapan buat kita berdua, bikin kopi untuk suami dan susu hamil untuk saya. Sedikit jalan-jalan pagi, maksudnya sih mondar-mandir hhehehe, di koridor ruangan yang menghubungkan dapur dan ruang tivi. Selepas cipika cipiki melepas kepergian suami kerja, bebebah deh, nyapu-nyapu kek, ngepel teras depan, mandi dan nonton tivi. Kadang main ke rumah ibu. Atau kemana gitu yang penting jalan kaki.

Kalau ada yang harus dimasak untuk makan siang ya saya masak, kalau ada cucian yang harus direndam dan dicuci ya saya cuci, cuci piring, nyikat kamar mandi atau apa aja yang penting nggak diem aja. Jadi jauh deh dari rasa boring itu :D

Begitu azan dzuhur, saya solat trus tidur siang deh sampek asar. Mumpung bisa tidur siang. Kemaren-kemaren kan enggak bisa karena 'diganggu' liputan. Nah, mungkin kalau Kenzie udah lahir juga agak susah tidur.

Well, intinya saya nikmati betul masa-masa cuti ini, masa-masa menunggu Kenzie lahir. Menyenangkan!