Minggu, 05 Desember 2010

Inilah yang Harus Dilakukan Sebelum Bersalin

Bersalin, melahirkan atau ngebrojolin orok pasti dialami hampir semua perempuan -kecuali mereka yang memang nggak ditakdirkan hamil dan melahirkan ya, itu lain cerita-. Kesibukan para calon ibu yang akan melahrkan anak pertamanya menjelang melahirkan pasti macam-macam. Ada yang sibuk nyari info gimana rasanya melahirkan, rasa sakit yang diderita, teknik mengejan yang benar sampai bagaimana pernak-pernik mengurusi bayu lahir. Itu sih saya banget.

Khusus untuk yang satu itu, saya lagi belajar untuk tetap rileks dan berpikir positif. Rileks akan membuat saya lebih sabar dan tenang. Kenapa mesti sabar, karena emosi orang mau melahirkan super sensitif. Dia akan mengalami satu hal yang menakjubkan, menyakitkan sekaligus menyenangkan. So, perasaan itu hampir dialami semua calon ibu yang mau melahirkan.

Soal sakit, semua orang melahirkan pasti merasakannya. Entah disesar atau normal. Tapi bukan itu intinya, bagi saya setiap orang punya cara sendiri-sendiri buat menghadapi rasa sakit dan rasa takut. Peristiwa melahirkan antara ibu yang satu dengan ibu yang lain juga nggak bisa disamakan. Ya kan? setuju nggak?

Ada teman saya yang belum lama ini melahirkan, dia cerita, mungkin kedengerannya menakutkan ya buat orang lain atau buat dia juga. Tapi kok saya biasa aja yang dengernya, karena buat saya, saya nggak ngalamin itu jadi bagaimana bisa saya membenarkan cerita dia kalau saya aja belum mengalami. Orang mau cerita sehoror apapun ke saya soal melahirkan, nggak akan ngaruh. Karena saya belum mengalami sendiri.

Kalau saya lagi kontraksi palsu atau mengeluh sakit pinggang atau apalah, entah kenapa nggak ada keinginan mengekspresikan dengan berteriak atau melakukan suatu yang ekstrim. Paling banter saya ngadu aja ke suami, atau menghirup nafas dalam-dalam untuk mengalihkan rasa sakit.

Hal yang sama akan saya lakukan saat rasa mulas yang konon katanya 1000 kali lipat dari mulasnya orang diare. Justru saya lagi nunggu mulas itu datang. Anytime, semakin mules semakin baik. Tak apalah merasakan mules berjam-jam, karena setelah itu Allah akan kasih obatnya, yaitu liat anak saya. Ya kan? Saya percaya deh, Allah itu adil. Dia yang membuat rasa sakit dan Dia juga yang ngasih penyembuhnya.

So, Bumil, untuk apa tegang, relaks aja karena melahirkan itu bagian dari proses alami.

1 komentar:

  1. nice sharing mbak Ulfa..kmrn malam aku juga dari dr. Bob. Setelah dikatakan peredaran darahnya kurang lancar ke bayi kan minum obat ya,,, ada hasilnya ga setelah minum obat tsb? trus pantangan makanannya apa aja? ada gtalk ato fb kah? makasih ya :)

    BalasHapus