Hari ini, member card Oriflame dan web replika dari dBC Network udah diaktifasi sama uplike ku. Berbagai macam transferan ilmu juga udah dishare. Tinggal dipelajari dan ikuti langkah para leader yang udah sukses di bisnis ini.
Sejak awal niat gabung kembali memang untuk meraih kesuksesan. Aku udah melangkah dan pantang untuk mundur kembali. Apapun rintangan dan batu sandungan di jalan ini akan aku hadapi. Hidup ini keras, jenderal! Kalau kita lunak terhadap diri sendiri maka dunia akan keras terhadap kita. Tapi kalau kita keras terhadap diri kita maka dunia akan lunak terhadap kita.
Aku tau, untuk bisa dapet reward jutaan bahkan puluhan juta per bulan dari Oriflame, jalan-jalan ke luar negeri, nginep di hotel mewah dan mobil keren nggak mudah. Tapi kalau kita niat, Insya Allah dikasih jalan sama Allah. Aku berusaha dan berdoa, biar Allah yang menentukan hasilnya.. :)
Aku join di Oriflame bukan tanpa tujuan. Aku punya sederet impian yang harus aku wujudkan.
1. Aku mau punya uang banyak. Agar aku bisa mengentaskan keluargaku dari kemiskinan. agar aku bisa membiayai sekolah dan kuliah 6 orang adik"ku. agar aku nggak lagi melihat wajah khawatir ibu karena lilitan ekonomi. agar aku nggak lagi denger ibu bilang "Ibu sama bapak nggak punya uang" dan agar aku nggak lagi melihat ibu menangis karena memikirkan "besok kita makan apa"..
2. Aku mau ke luar negeri. Gratis.
3. Aku mau Honda CRV. Gratis.
4. Aku ingin masa tuaku nggak dibayangi kekurangan finansial.
5. Aku ingin Kenzie mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya. Sekolah terbaik. Mainan, bacaan, tempat hiburan dan sebagainya.
6. Aku ingin Ibu dan Bapak pergi haji dengan hasil jerih payahku.
7. Aku mau punya rumah impian di Depok.
Banyak kan impianku. Impianku hanya akan jadi sebuah mimpi kalau aku tidak berusaha mewujudkannya. Mungkin, kalau aku tetap kerja kantoran. Semua itu sulit untuk diraih.
Sistem bisnis MLM di Oriflame sangat pas buat aku yang nggak mau ninggalin anak untuk kerja, untuk cari uang dari pagi sampai malam. Kalau sesekali keluar rumah untuk training sih gpp kali ya. Dari pada setiap hari.
Well, ilmu udah dapet. Petunjuk dari upline udah dikasih. Tunggu apalagi.
Mari belajar dan Action!
Go Diamond Mama Kenzie ^^
Hanya kisah perjalanan hidupku, bersama orang-orang yang ku cintai dan juga bisnis cerdas rumahanku, ORIFLAME with dBC-Network
Jumat, 25 November 2011
Minggu, 20 November 2011
Welcome Back to Oriflame, Mama Kenzie..
Kenapa aku bilang welcome back, karena aku baruuu aja 'siuman' setalah lebih dari satu tahun vakum di Oriflame. Dulu sih, niatnya cuma pake produknya doang, dan nggak bisa bagi waktu buat ngebisnisin. Secara ya booo dulu kan eike kerja di media online, mana bisa leyeh-leyeh kayak anak media cetak atau anak-anak tivi. Baru napas dikit, Korlip udah nelpon, tanya ini itu, waaah pingsan deh hihihih
Nah, karena sekarang udah jadi full time mommy alias ibu rumah tangga, aku niat banget ngebisnisin Oriflame. Secara ya booo, waktu udah full aja di rumah, kegiatannya cuma seputar urus anak, suami dan rumah tangga. Kalau lagi bengong ya bisanya manyun. Dari pada manyun ya mending bisnis online di rumah. Anak tidur bisa utak-atik web atau upload-upload foto di facebook.
Resmi balik lagi hari ini, kartu member udah jadi dan bersiaplah aku berjuang. Meraih mimpi di Oriflame. Dari dulu bisanya mimpi doang, actionnya nggak ada. Hmmm mana bisa terwujud. Nah, di bisnis Oriflame ini menjanjikan banget. Sumpah deh, eike nggak boong. Ini emang MLM atau Multi Level Marketing. Tapi MLM yang sehat, adil dan nggak mahal. Kalau liat para leader di Oriflame yang udah sukses hanya dengan modal Rp39.900, kenapa aku juga nggak bisa seperti mereka. Aku pasti bisa, asal konsisten di jalur ini.
Aku mikir, aku udah punya anak dan nggak mau ninggalin anakku sama orang lain. Aku juga nggak mau kerja dengan gaji kecil, macet-macetan tiap hari, pergi subuh pulang lewat isya. Doooh nggak kebayang capeknya. Mending aku bisnis di rumah, apa aja yang penting di rumah. Ingetlah aku sama Oriflame. Maka sejak aku siuman dari tidur panjangku ituh. Aku memutuskan untuk Fokus, Komit, dan Konsen di Oriflame.
Semua ini demi, Kenzie, orangtuaku, adik-adikku dan suamiku.. Semua demi orang-orang yang kusayangi.
Nah, karena sekarang udah jadi full time mommy alias ibu rumah tangga, aku niat banget ngebisnisin Oriflame. Secara ya booo, waktu udah full aja di rumah, kegiatannya cuma seputar urus anak, suami dan rumah tangga. Kalau lagi bengong ya bisanya manyun. Dari pada manyun ya mending bisnis online di rumah. Anak tidur bisa utak-atik web atau upload-upload foto di facebook.
Resmi balik lagi hari ini, kartu member udah jadi dan bersiaplah aku berjuang. Meraih mimpi di Oriflame. Dari dulu bisanya mimpi doang, actionnya nggak ada. Hmmm mana bisa terwujud. Nah, di bisnis Oriflame ini menjanjikan banget. Sumpah deh, eike nggak boong. Ini emang MLM atau Multi Level Marketing. Tapi MLM yang sehat, adil dan nggak mahal. Kalau liat para leader di Oriflame yang udah sukses hanya dengan modal Rp39.900, kenapa aku juga nggak bisa seperti mereka. Aku pasti bisa, asal konsisten di jalur ini.
Aku mikir, aku udah punya anak dan nggak mau ninggalin anakku sama orang lain. Aku juga nggak mau kerja dengan gaji kecil, macet-macetan tiap hari, pergi subuh pulang lewat isya. Doooh nggak kebayang capeknya. Mending aku bisnis di rumah, apa aja yang penting di rumah. Ingetlah aku sama Oriflame. Maka sejak aku siuman dari tidur panjangku ituh. Aku memutuskan untuk Fokus, Komit, dan Konsen di Oriflame.
Semua ini demi, Kenzie, orangtuaku, adik-adikku dan suamiku.. Semua demi orang-orang yang kusayangi.
Kamis, 20 Oktober 2011
Mulut Bayiku Kok Bau Ya...
Meski bukan tergolong penyakit, gangguan ini merupakan gejala adanya penyakit. Nah, orang tualah yang harus segera cari tahu apa dan
di mana sumber penyakit itu bercokol.
Bau tak sedap tercium dari mulut anak ketika ia bangun tidur? Itu, sih, hal biasa karena air liurnya memang sedikit sewaktu tidur. Bau
mulut seperti ini sifatnya sementara, kok, dan akan hilang dengan sendirinya. Bahkan anak sendiri sama sekali tak mencium bau tersebut,
hingga umumnya tak menimbulkan dampak psikologis semisal malu atau jadi rendah diri.
Yang tak normal adalah jika bau busuk tercium menyengat. Biasanya, justru ibu atau dokter gigi yang "mengendus" hal ini. Bau mulut alias
halitosis, umumnya terkait dengan masalah kebersihan mulut. "Misalnya ada pembusukan sisa-sisa makanan oleh kuman," jelas Drg.
Magdalena Lesmana, Sp.Orth . Bisa juga karena makan makanan tertentu seperti bawang putih atau pete. "Normalnya, mulut anak tak
mengeluarkan bau kurang sedap. Paling-paling kasusnya ditemukan pada anak yang giginya sudah tumbuh."
Toh, meski bukan tergolong penyakit, bau mulut pada anak tetap mesti diwaspadai karena merupakan gejala penyakit. "Penyakit inilah
yang harus dicari sumbernya."
PENYAKIT "TERSEMBUNYI"
Penyebab bau mulut, kata Dr.dr . H. Muljono Wirjodiardjo, SpA(K) dari RS Internasional Bintaro, bisa juga karena ada gangguan
pernapasan, semisal sinusitis. Penyakit yang disebabkan alergi ini membuat hidung mengeluarkan banyak lendir. "Kumpulan lendir hidung
inilah yang mengundang kuman dan akhirnya menyebabkan bau mulut. Bahkan bau mulut akan menjadi-jadi bila sampai terjadi infeksi di
hidung."
Penyakit ini banyak dijumpai pada anak di atas usia 5 tahun. "Kepastian ada-tidaknya gangguan sinusitis, antara lain dilakukan melalui
rontgen dan diobati dengan antibiotika."
Kelainan pencernaan juga bisa jadi penyebab bau mulut tak sedap. "Misalnya, getah lambung yang berbalik ke atas, naik ke tenggorokan,
akibat gerakan-gerakan tak normal dari usus atau pencernaannya." Gangguan ini pun, umumnya baru muncul saat anak berusia 3 tahun
ke atas. Penyakit lainnya, kata Muljono, adalah infeksi paru-paru atau TBC, kanker (yang umumnya dialami orang dewasa), dan pengidap
kencing manis.
Pasta Gigi Dan Obat Kumur
Banyaknya pilihan pasta gigi dengan aneka rasa kesukaan anak sebetulnya amat menguntungkan orang tua. Soalnya, anak jadi gampang
diajak gosok gigi. Fluor dan kandungan zat-zat lain pun dapat melindungi sekaligus memperkuat gigi. Jika saat menggosok gigi,pasta gigi ini
tertelan. "Tidak membahayakan, kok," kata Magda . Yang jelas, pasta gigi pada dasarnya tidak ditujukan untuk menghilangkan bau mulut!
Sementara obat kumur, memang memberi efek menyegarkan napas sekaligus mematikan kuman. Tapi penggunaan pada anak nyaris tidak
pernah diberikan karena dikhawatirkan tertelan dan mungkin mengganggu pencernaan. "Bahkan penggunaan pada orang dewasa pun,
seharusnya hanya atas petunjuk dokter dan tidak terus-menerus," terang Magda.
Kenali Faktor Penyebab
KEBERSIHAN MULUT
Pada anak, kebersihan mulut merupakan hal yang sangat penting. Bila tidak mendapat perhatian, kuman yang ada dalam mulut akan
mempercepat proses pembusukan sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi dan akhirnya menyebabkan bau mulut. Mengingat
anak usia ini belum bisa diharapkan menjaga kebersihan mulutnya sendiri, peran orang tua sangat penting. Paling tidak, dampingi/bantu
anak menyikat giginya setiap kali habis makan.
GIGI BERLUBANG
Masalah gigi berlubang sebetulnya merupakan kelanjutan dari kebersihan mulut yang kurang terjaga. Akibatnya, sisa-sisa makanan yang
masih menempel di gigi lama-lama membuat gigi jadi berlubang. Bila dibiarkan, sisa-sisa makanan akan semakin mudah tertimbun di
dalamnya dan amat mungkin menyebabkan infeksi lalu menimbulkan bau tak sedap. Amat disarankan untuk segera membawa anak ke
dokter gigi bila tercium bau mulut. Kalau tak ada masalah di mulut dan gigi berlubang sudah ditambal namun tetap bau mulut, jangan
ragu konsultasikan ke dokter anak.
GIGI TAK RATA
Ini juga merupakan salah satu penyebab bau mulut. Sebabnya, sisa-sisa makanan jadi mudah terselip di antara gigi-gigi tersebut.
Sementara upaya mengangkat sisa-sisa makanan yang terselip tadi dengan hanya menyikat gigi jadi relatif lebih sulit. Kondisi gigi tak rata
umumnya ditemui pada anak usia 9 tahunan, saat beberapa gigi susunya sudah tanggal.
RADANG GUSI
Kebersihan mulut yang kurang terjaga pada gilirannya juga bisa menyebabkan peradangan gusi. Cirinya, gusi berwarna kemerahan meski
tak selalu tampak bengkak. Saat menyikat gigi, gusi yang mengalami peradangan biasanya jadi mudah berdarah. Nah, adanya perdarahan
ini bisa memunculkan bau mulut. Begitu pula perdarahan sehabis penanganan gigi yang menimbulkan perlukaan di mulut, semisal cabut
gigi.
SARIAWAN
Juga bisa menyebabkan bau mulut, karena adanya luka. Hanya saja bau mulut ini akan hilang bersamaan dengan hilangnya sariawan. Mau
tidak mau sariawannya harus lebih dulu disembuhkan.
LIDAH PUTIH
Pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan, jelas dr. Muljono , kadang ditemui jamur di lidahnya yang ditandai warna putih di permukaan
lidah. Orang tua sering mengira warna putih tersebut sebagai sisa susu yang menempel di lidah. Jamur inilah yang bisa menyebabkan bau
mulut. Namun tak semua anak mengalaminya, tergantung dari kebersihan mulutnya. Dokter gigi atau dokter anak biasanya akan memberi
semacam larutan gentian violet untuk "mengikis" lapisan putih tadi.
MAKAN DIEMUT
Anak yang emoh mengunyah makanan karena terbiasa disodori makanan lunak, biasanya juga cenderung punya masalah bau mulut.
Begitu juga anak dibiasakan minum susu sambil tidur. Sebab, anak jadi tak menggunakan alat kunyahnya hingga air liurnya sedikit
disamping tak ada proses pembersihan. Padahal jika alat-alat kunyahnya mulai gigi, lidah, otot pipi, dan bibir dipakai dan bergerak semua,
air liur akan tambah banyak hingga terjadi proses pembersihan sendiri. Sementara anak yang makannya diemut, waktu makannya jadi
lebih lama. Imbasnya, sisa-sisa makanan lebih lama mengendap/menempel di gigi.
Kiat Merawat Anak
* Lakukan perawatan gigi, saran Magda , sejak dini saat mulai tumbuh gigi susu. Caranya, bersihkan secara teratur menggunakan kapas
basah setiap kali habis minum susu.
* Jangan biasakan minum susu botol sambil tidur karena susu yang mengandung gula bila menggenangi gigi terlalu lama akan membuat
gigi mudah rusak.
* Bila giginya sudah makin banyak, ajarkan anak menggosok gigi setiap kali habis makan, minimal 2 x sehari.
* Ajak ke dokter gigi secara berkala 6 bulan sekali, ada ataupun tidak ada keluhan. Bila sudah ada keluhan justru berarti sudah ada masalah
hingga penanganannya lebih bersifat menyembuhkan.
* Agar anak mau bersikap kooperatif saat dibawa ke dokter gigi, orang tua dan dokter pun harus mau membina kerja sama. Kalaupun
awalnya anak menolak, ya, jangan pernah memaksa.
Dedeh Kurniasih
di mana sumber penyakit itu bercokol.
Bau tak sedap tercium dari mulut anak ketika ia bangun tidur? Itu, sih, hal biasa karena air liurnya memang sedikit sewaktu tidur. Bau
mulut seperti ini sifatnya sementara, kok, dan akan hilang dengan sendirinya. Bahkan anak sendiri sama sekali tak mencium bau tersebut,
hingga umumnya tak menimbulkan dampak psikologis semisal malu atau jadi rendah diri.
Yang tak normal adalah jika bau busuk tercium menyengat. Biasanya, justru ibu atau dokter gigi yang "mengendus" hal ini. Bau mulut alias
halitosis, umumnya terkait dengan masalah kebersihan mulut. "Misalnya ada pembusukan sisa-sisa makanan oleh kuman," jelas Drg.
Magdalena Lesmana, Sp.Orth . Bisa juga karena makan makanan tertentu seperti bawang putih atau pete. "Normalnya, mulut anak tak
mengeluarkan bau kurang sedap. Paling-paling kasusnya ditemukan pada anak yang giginya sudah tumbuh."
Toh, meski bukan tergolong penyakit, bau mulut pada anak tetap mesti diwaspadai karena merupakan gejala penyakit. "Penyakit inilah
yang harus dicari sumbernya."
PENYAKIT "TERSEMBUNYI"
Penyebab bau mulut, kata Dr.dr . H. Muljono Wirjodiardjo, SpA(K) dari RS Internasional Bintaro, bisa juga karena ada gangguan
pernapasan, semisal sinusitis. Penyakit yang disebabkan alergi ini membuat hidung mengeluarkan banyak lendir. "Kumpulan lendir hidung
inilah yang mengundang kuman dan akhirnya menyebabkan bau mulut. Bahkan bau mulut akan menjadi-jadi bila sampai terjadi infeksi di
hidung."
Penyakit ini banyak dijumpai pada anak di atas usia 5 tahun. "Kepastian ada-tidaknya gangguan sinusitis, antara lain dilakukan melalui
rontgen dan diobati dengan antibiotika."
Kelainan pencernaan juga bisa jadi penyebab bau mulut tak sedap. "Misalnya, getah lambung yang berbalik ke atas, naik ke tenggorokan,
akibat gerakan-gerakan tak normal dari usus atau pencernaannya." Gangguan ini pun, umumnya baru muncul saat anak berusia 3 tahun
ke atas. Penyakit lainnya, kata Muljono, adalah infeksi paru-paru atau TBC, kanker (yang umumnya dialami orang dewasa), dan pengidap
kencing manis.
Pasta Gigi Dan Obat Kumur
Banyaknya pilihan pasta gigi dengan aneka rasa kesukaan anak sebetulnya amat menguntungkan orang tua. Soalnya, anak jadi gampang
diajak gosok gigi. Fluor dan kandungan zat-zat lain pun dapat melindungi sekaligus memperkuat gigi. Jika saat menggosok gigi,pasta gigi ini
tertelan. "Tidak membahayakan, kok," kata Magda . Yang jelas, pasta gigi pada dasarnya tidak ditujukan untuk menghilangkan bau mulut!
Sementara obat kumur, memang memberi efek menyegarkan napas sekaligus mematikan kuman. Tapi penggunaan pada anak nyaris tidak
pernah diberikan karena dikhawatirkan tertelan dan mungkin mengganggu pencernaan. "Bahkan penggunaan pada orang dewasa pun,
seharusnya hanya atas petunjuk dokter dan tidak terus-menerus," terang Magda.
Kenali Faktor Penyebab
KEBERSIHAN MULUT
Pada anak, kebersihan mulut merupakan hal yang sangat penting. Bila tidak mendapat perhatian, kuman yang ada dalam mulut akan
mempercepat proses pembusukan sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi dan akhirnya menyebabkan bau mulut. Mengingat
anak usia ini belum bisa diharapkan menjaga kebersihan mulutnya sendiri, peran orang tua sangat penting. Paling tidak, dampingi/bantu
anak menyikat giginya setiap kali habis makan.
GIGI BERLUBANG
Masalah gigi berlubang sebetulnya merupakan kelanjutan dari kebersihan mulut yang kurang terjaga. Akibatnya, sisa-sisa makanan yang
masih menempel di gigi lama-lama membuat gigi jadi berlubang. Bila dibiarkan, sisa-sisa makanan akan semakin mudah tertimbun di
dalamnya dan amat mungkin menyebabkan infeksi lalu menimbulkan bau tak sedap. Amat disarankan untuk segera membawa anak ke
dokter gigi bila tercium bau mulut. Kalau tak ada masalah di mulut dan gigi berlubang sudah ditambal namun tetap bau mulut, jangan
ragu konsultasikan ke dokter anak.
GIGI TAK RATA
Ini juga merupakan salah satu penyebab bau mulut. Sebabnya, sisa-sisa makanan jadi mudah terselip di antara gigi-gigi tersebut.
Sementara upaya mengangkat sisa-sisa makanan yang terselip tadi dengan hanya menyikat gigi jadi relatif lebih sulit. Kondisi gigi tak rata
umumnya ditemui pada anak usia 9 tahunan, saat beberapa gigi susunya sudah tanggal.
RADANG GUSI
Kebersihan mulut yang kurang terjaga pada gilirannya juga bisa menyebabkan peradangan gusi. Cirinya, gusi berwarna kemerahan meski
tak selalu tampak bengkak. Saat menyikat gigi, gusi yang mengalami peradangan biasanya jadi mudah berdarah. Nah, adanya perdarahan
ini bisa memunculkan bau mulut. Begitu pula perdarahan sehabis penanganan gigi yang menimbulkan perlukaan di mulut, semisal cabut
gigi.
SARIAWAN
Juga bisa menyebabkan bau mulut, karena adanya luka. Hanya saja bau mulut ini akan hilang bersamaan dengan hilangnya sariawan. Mau
tidak mau sariawannya harus lebih dulu disembuhkan.
LIDAH PUTIH
Pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan, jelas dr. Muljono , kadang ditemui jamur di lidahnya yang ditandai warna putih di permukaan
lidah. Orang tua sering mengira warna putih tersebut sebagai sisa susu yang menempel di lidah. Jamur inilah yang bisa menyebabkan bau
mulut. Namun tak semua anak mengalaminya, tergantung dari kebersihan mulutnya. Dokter gigi atau dokter anak biasanya akan memberi
semacam larutan gentian violet untuk "mengikis" lapisan putih tadi.
MAKAN DIEMUT
Anak yang emoh mengunyah makanan karena terbiasa disodori makanan lunak, biasanya juga cenderung punya masalah bau mulut.
Begitu juga anak dibiasakan minum susu sambil tidur. Sebab, anak jadi tak menggunakan alat kunyahnya hingga air liurnya sedikit
disamping tak ada proses pembersihan. Padahal jika alat-alat kunyahnya mulai gigi, lidah, otot pipi, dan bibir dipakai dan bergerak semua,
air liur akan tambah banyak hingga terjadi proses pembersihan sendiri. Sementara anak yang makannya diemut, waktu makannya jadi
lebih lama. Imbasnya, sisa-sisa makanan lebih lama mengendap/menempel di gigi.
Kiat Merawat Anak
* Lakukan perawatan gigi, saran Magda , sejak dini saat mulai tumbuh gigi susu. Caranya, bersihkan secara teratur menggunakan kapas
basah setiap kali habis minum susu.
* Jangan biasakan minum susu botol sambil tidur karena susu yang mengandung gula bila menggenangi gigi terlalu lama akan membuat
gigi mudah rusak.
* Bila giginya sudah makin banyak, ajarkan anak menggosok gigi setiap kali habis makan, minimal 2 x sehari.
* Ajak ke dokter gigi secara berkala 6 bulan sekali, ada ataupun tidak ada keluhan. Bila sudah ada keluhan justru berarti sudah ada masalah
hingga penanganannya lebih bersifat menyembuhkan.
* Agar anak mau bersikap kooperatif saat dibawa ke dokter gigi, orang tua dan dokter pun harus mau membina kerja sama. Kalaupun
awalnya anak menolak, ya, jangan pernah memaksa.
Dedeh Kurniasih
Kamis, 13 Oktober 2011
Bayi Diare, Dont Panic Moms..
Semoga apa yang gue tulis ini bisa dijadiin pelajaran buat yang baca :)
Awalnya, gw ngga sadar kalau kenzie diare. Warningnya sih udah ditunjukin dari kemaren subuh (Jumat 23/9/2011), tapi gue pikir ah masih biasa karena tekstur pup nya masih sedikit padet. Pup kedua siang jam 1an kalau nggak salah. Baru deh yang parah jam 9 malem. Dia keliatan lemes banget, nggak semangat buat main, nggak mau makan, maunya minum, sekalinya minum bisa langsung segelas tapi dimuntahin lagi. Menjelang sore, dia gue paksa makan. Biarin deh nangis yang penting makanannya nggak dimuntahin lagi. Udah gitu nempel mulu sama tete. Ya Allah, rumah udah kayak kapal pecah gini. Sempet sebel sih sama dia karena bener-bener nggak bisa disambi ngapa-ngapain. Wajarlah gue kesel, gue nggak bisa masak. Kalau gue nggak masak trus gue makan pake apa. Trus bahan dasar ASI nya dari mana kalau gue nggak makan. Mana ASI gue sempet kesumbat jalan susunya. Ih moment of depretion deh.. Payudara kenceng dan brenjel-brenjel kayak ada batunya. Dipegang sakit. Dikenyot Kenzie makin sakit. Diurut-urut nyiksa. Ada sih ASI yang keluar. tapi dikit. Pantes Kenzie nangis mulu. Gue nanya-nanya ke temen ada nggak yang punya kasus kayak gue trus gimana ngatasinnya. Kata Ririn, kompres pake air anget. Aha iya! kenapa gue lupa sih sama ilmu itu.
Gue pun ngompres sambil gue urut-urut. Sakitnya boiiii ya ampun tiada duanya. Ini harus sampai mancur, kalau nggak ASI nggak bakal keluar. Kebayanglah di benak gue, Kenzie nangis meraung raung minta nyusu tapi ASI nggak ada.
Kebayang Kenzie sampe dirawat dan tangannya ditusuk jarum infus. Gw pun semangat lagi. Nggak! gw nggak boleh nyerah. ASI ini gimanapun caranya harus keluar. Dengan nahan sakit yang luar biasa, gue urut payudara gue sampe mancur. Alhamdulillah bisa. Langsung gue kasih Kenzie. Sama Kenzie langsung ditelen. Glek glek glek sampai kempes. Kejadian ini jam 9 malem. Jadi usaha gue buat ngeluarin ASI ini sampai 3 jam lah. Abis nenen, Kenzie langsung pup lagi. Kali ini banyak dan berkali-kali. Sampai-sampai dia gue tarok di kamar mandi biar nggak boros kain. Kira-kira udah nggak mancur lagi pup nya, langsung gue pakein clodi dan ganti baju. Ayahnya nyuapin air pucuk daun jambu klutuk. Mudah-mudahan berenti ya Allah. Doa gue berulang-ulang. Kenzie pun bobo dengan nyenyak. Karena nggak bisa tidur gue nyuci. Sambil nyuci, pikiran gue lari-lari kemana-mana, nginget-nginget apa aja yang dimakan Kenzie beberapa hari ini. Filing gue sih, dari makanan yang gue kasih. Entah tahunya yang ternyata udah nggak bagus, perabotan dia yang kadang terlalu lama nggak dicuci, kadang Kenzie masukin benda kotor kayak gigitin batang sapu, kain pel, botol minuman dia yang kadang gue cuci sekedarnya dsb. Pokoknya, dari kejadian ini gue akan berbenah soal Kenzie. Semua perabotan Kenzie harus steril sebelum dipake dan bahan makanan yang diolah jadi makanan harus lebih higienis.
Sabtu menjelang zuhur, kita melarikan *dilebay-lebayin biar dramatis hihihi* Kenzie ke RS Anna Medika Bekasi. Jarak tempuhnya nggak sampai 30 menit. Masuk lobi untuk mendaftar dan nggak lama Kenzie ditimbang dan diukur suhu tubuhnya. Ketemulah kita dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) Kenzie yang baru, Dr Deddy. Seperti yang gue duga, Kenzie mengalami diare akut atau diare mendadak. Setidaknya, setelah ketemu dokter kita jadi tenang dan dapet resep obat buat membantu pemulihan kondisi Kenzie. Diare akut ini kan nggak bisa dihentikan dengan obat karena diare merupakan mekanisme pertahanan tubuh dengan cara ngebuang racun lewat diare. Yang terpenting adalah antara asupan makanan dan yang dikeluarkan seimbang. Kenzie dikasih antibiotik, puyer, sama obat buat pencernaan plus oralit. Ini udah masuk hari ketiga, kondisinya masih naik turun. Alhamdulilahnya dia mau makan, minum air putih dan ASI nya juga kuat *Good boy banget deh*.. cuma yang perlu ekstra usaha ya ngasih obat sama oralitnya. Perlu cara yang sedikit kejam lah. Biarin dia nangis kejer, yang penting dia sembuh, nggak dehidrasi dan jangan sampai dirawat. Begitu mencret langsung kasih 80 mili oralit, karena aturannya emang begini. Kenzie sih nolak dan nangis-nangis pas dikasih tapi gue nggak peduli karena gue mau dia sembuh. Sampai sembuh total Kenzie sampe ngabisin hampir 1 liter otalit. Kita bener2 mantau banget kondisi Kenzie. Kita lelah, pasti. Capek, ya memang. Hikmahnya adalah ke depan gue harus ekstra hati-hati sama apa aja yang masuk ke mulut Kenzie. Dan lebih merhatiin perabotan makannya.
Sekitar 4 harian digempur diare akut, kondisi Kenzie membaik. Diliat dari berapa kali dia pup sampai tekstur pupnya terlihat normal. Diare akut kan pup nya air dulu plus lendir, sedikit berampas terus padet. Kalau mau tau anak udah sembuh apa belom liat gimana tekstur pup dan berapa kali dia pup. Kalau udah 3-4 kalisehari dan tekstur agak padat berarti udah sembuh. Tinggal pemulihan aja. Kasih makanan yang bergizi tinggi buat ngembaliin stamina anak.
Dan finally, gue pun tau penyebab utama diare akutnya. Berawal dari niat njajal sufor buat Kenzie (karena udah nggak kuat sama gigitan dia di puting gue), maka siang itu gue niat bikin. Eh pas liat bentuk susunya kok udah nggak bagus ya. Pikiran gue langsung kelempar ke hari pertama Kenzie diare akut. Paginya dia kan makan bubur susu. Ya Allah ternyata susunya udah nggak bagus. Bukan expired tapi kondisinya udah nggak bagus. Butirannya udah nggak sehalus saat pertama kali beli. Gue liat disampul susu juga tanggal expirednya masih lama. Mungkin susu ini udah ngabar kali. Nggak tau ngabar? apa yaaa... mlempem lah kalau disamain sama krupuk. hahaahah. Ya pantes mencret lah tu anak. Nggak pake mikir panjang lagi, langsung deh gue buang.
Sebagai ibu, gue akui udah ceroboh. Tapi dari kecerobohan ini gue belajar soal penanganan diare dan penyebabnya. Biar kalau terulang gue udah nggak separno kemarin. Sekarang, oralit selalu tersedia di rumah kita. Mudah-mudahan jangan terulang lah yaaa...
Awalnya, gw ngga sadar kalau kenzie diare. Warningnya sih udah ditunjukin dari kemaren subuh (Jumat 23/9/2011), tapi gue pikir ah masih biasa karena tekstur pup nya masih sedikit padet. Pup kedua siang jam 1an kalau nggak salah. Baru deh yang parah jam 9 malem. Dia keliatan lemes banget, nggak semangat buat main, nggak mau makan, maunya minum, sekalinya minum bisa langsung segelas tapi dimuntahin lagi. Menjelang sore, dia gue paksa makan. Biarin deh nangis yang penting makanannya nggak dimuntahin lagi. Udah gitu nempel mulu sama tete. Ya Allah, rumah udah kayak kapal pecah gini. Sempet sebel sih sama dia karena bener-bener nggak bisa disambi ngapa-ngapain. Wajarlah gue kesel, gue nggak bisa masak. Kalau gue nggak masak trus gue makan pake apa. Trus bahan dasar ASI nya dari mana kalau gue nggak makan. Mana ASI gue sempet kesumbat jalan susunya. Ih moment of depretion deh.. Payudara kenceng dan brenjel-brenjel kayak ada batunya. Dipegang sakit. Dikenyot Kenzie makin sakit. Diurut-urut nyiksa. Ada sih ASI yang keluar. tapi dikit. Pantes Kenzie nangis mulu. Gue nanya-nanya ke temen ada nggak yang punya kasus kayak gue trus gimana ngatasinnya. Kata Ririn, kompres pake air anget. Aha iya! kenapa gue lupa sih sama ilmu itu.
Gue pun ngompres sambil gue urut-urut. Sakitnya boiiii ya ampun tiada duanya. Ini harus sampai mancur, kalau nggak ASI nggak bakal keluar. Kebayanglah di benak gue, Kenzie nangis meraung raung minta nyusu tapi ASI nggak ada.
Kebayang Kenzie sampe dirawat dan tangannya ditusuk jarum infus. Gw pun semangat lagi. Nggak! gw nggak boleh nyerah. ASI ini gimanapun caranya harus keluar. Dengan nahan sakit yang luar biasa, gue urut payudara gue sampe mancur. Alhamdulillah bisa. Langsung gue kasih Kenzie. Sama Kenzie langsung ditelen. Glek glek glek sampai kempes. Kejadian ini jam 9 malem. Jadi usaha gue buat ngeluarin ASI ini sampai 3 jam lah. Abis nenen, Kenzie langsung pup lagi. Kali ini banyak dan berkali-kali. Sampai-sampai dia gue tarok di kamar mandi biar nggak boros kain. Kira-kira udah nggak mancur lagi pup nya, langsung gue pakein clodi dan ganti baju. Ayahnya nyuapin air pucuk daun jambu klutuk. Mudah-mudahan berenti ya Allah. Doa gue berulang-ulang. Kenzie pun bobo dengan nyenyak. Karena nggak bisa tidur gue nyuci. Sambil nyuci, pikiran gue lari-lari kemana-mana, nginget-nginget apa aja yang dimakan Kenzie beberapa hari ini. Filing gue sih, dari makanan yang gue kasih. Entah tahunya yang ternyata udah nggak bagus, perabotan dia yang kadang terlalu lama nggak dicuci, kadang Kenzie masukin benda kotor kayak gigitin batang sapu, kain pel, botol minuman dia yang kadang gue cuci sekedarnya dsb. Pokoknya, dari kejadian ini gue akan berbenah soal Kenzie. Semua perabotan Kenzie harus steril sebelum dipake dan bahan makanan yang diolah jadi makanan harus lebih higienis.
Sabtu menjelang zuhur, kita melarikan *dilebay-lebayin biar dramatis hihihi* Kenzie ke RS Anna Medika Bekasi. Jarak tempuhnya nggak sampai 30 menit. Masuk lobi untuk mendaftar dan nggak lama Kenzie ditimbang dan diukur suhu tubuhnya. Ketemulah kita dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) Kenzie yang baru, Dr Deddy. Seperti yang gue duga, Kenzie mengalami diare akut atau diare mendadak. Setidaknya, setelah ketemu dokter kita jadi tenang dan dapet resep obat buat membantu pemulihan kondisi Kenzie. Diare akut ini kan nggak bisa dihentikan dengan obat karena diare merupakan mekanisme pertahanan tubuh dengan cara ngebuang racun lewat diare. Yang terpenting adalah antara asupan makanan dan yang dikeluarkan seimbang. Kenzie dikasih antibiotik, puyer, sama obat buat pencernaan plus oralit. Ini udah masuk hari ketiga, kondisinya masih naik turun. Alhamdulilahnya dia mau makan, minum air putih dan ASI nya juga kuat *Good boy banget deh*.. cuma yang perlu ekstra usaha ya ngasih obat sama oralitnya. Perlu cara yang sedikit kejam lah. Biarin dia nangis kejer, yang penting dia sembuh, nggak dehidrasi dan jangan sampai dirawat. Begitu mencret langsung kasih 80 mili oralit, karena aturannya emang begini. Kenzie sih nolak dan nangis-nangis pas dikasih tapi gue nggak peduli karena gue mau dia sembuh. Sampai sembuh total Kenzie sampe ngabisin hampir 1 liter otalit. Kita bener2 mantau banget kondisi Kenzie. Kita lelah, pasti. Capek, ya memang. Hikmahnya adalah ke depan gue harus ekstra hati-hati sama apa aja yang masuk ke mulut Kenzie. Dan lebih merhatiin perabotan makannya.
Sekitar 4 harian digempur diare akut, kondisi Kenzie membaik. Diliat dari berapa kali dia pup sampai tekstur pupnya terlihat normal. Diare akut kan pup nya air dulu plus lendir, sedikit berampas terus padet. Kalau mau tau anak udah sembuh apa belom liat gimana tekstur pup dan berapa kali dia pup. Kalau udah 3-4 kalisehari dan tekstur agak padat berarti udah sembuh. Tinggal pemulihan aja. Kasih makanan yang bergizi tinggi buat ngembaliin stamina anak.
Dan finally, gue pun tau penyebab utama diare akutnya. Berawal dari niat njajal sufor buat Kenzie (karena udah nggak kuat sama gigitan dia di puting gue), maka siang itu gue niat bikin. Eh pas liat bentuk susunya kok udah nggak bagus ya. Pikiran gue langsung kelempar ke hari pertama Kenzie diare akut. Paginya dia kan makan bubur susu. Ya Allah ternyata susunya udah nggak bagus. Bukan expired tapi kondisinya udah nggak bagus. Butirannya udah nggak sehalus saat pertama kali beli. Gue liat disampul susu juga tanggal expirednya masih lama. Mungkin susu ini udah ngabar kali. Nggak tau ngabar? apa yaaa... mlempem lah kalau disamain sama krupuk. hahaahah. Ya pantes mencret lah tu anak. Nggak pake mikir panjang lagi, langsung deh gue buang.
Sebagai ibu, gue akui udah ceroboh. Tapi dari kecerobohan ini gue belajar soal penanganan diare dan penyebabnya. Biar kalau terulang gue udah nggak separno kemarin. Sekarang, oralit selalu tersedia di rumah kita. Mudah-mudahan jangan terulang lah yaaa...
Senin, 03 Oktober 2011
Perempuan Itu Istimewa...
Seorang anak laki-laki
bertanya kepada ibunya
"Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita,"
dia berkata kepada
anaknya."Aku tidak mengerti,"
jawab anak laki-laki tersebut.
Sang ibu memeluk anaknya
dan berkata "Dan kau tidak
akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-
laki tersebut bertanya kepada
ayahnya "Mengapa ibu
menangis tanpa ada
alasan?"
"Semua wanita
menangis tanpa ada alasan,"
hanya itu yang bisa dikatakan
ayahnya.
Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang
laki-laki dewasa, dan tetap
merasa heran mengapa
wanita menangis.
Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, "Tuhan, mengapa
wanita begitu mudah
menangis?"
Tuhan berkata
"Aku menciptakan wanita
istimewa. Aku menciptakan
baginya bahu yang kuat untuk
memikul beban dunia, tapi
begitu lembut sehingga dapat
memberikan kenyamanan."
"Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya"
"Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap
bertahan di saat semua orang
sudah menyerah, dan tetap
memperhatikan keluarganya
tanpa mengeluh saat sedang
lelah maupun sakit."
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya
dalam keadaan apapun,
meskipun mereka menyakitinya."
"Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-
kesalahan suaminya,
menciptakannya dari tulang
rusuk suaminya untuk
melindungi hatinya"
"Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya,
tetapi kadang-kadang menguji
kekuatan dan ketetapan
hatinya untuk tetap teguh
mendampingi suaminya"
"Dan akhirnya, Aku memberinya air
mata untuk dicurahkan. Ini
khusus miliknya untuk
digunakan kapanpun
diperlukan."
"Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya,
penampilan fisiknya, atau
cara dia menyisir rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya,
tempat dimana cinta
bersemayam."
bertanya kepada ibunya
"Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita,"
dia berkata kepada
anaknya."Aku tidak mengerti,"
jawab anak laki-laki tersebut.
Sang ibu memeluk anaknya
dan berkata "Dan kau tidak
akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-
laki tersebut bertanya kepada
ayahnya "Mengapa ibu
menangis tanpa ada
alasan?"
"Semua wanita
menangis tanpa ada alasan,"
hanya itu yang bisa dikatakan
ayahnya.
Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang
laki-laki dewasa, dan tetap
merasa heran mengapa
wanita menangis.
Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, "Tuhan, mengapa
wanita begitu mudah
menangis?"
Tuhan berkata
"Aku menciptakan wanita
istimewa. Aku menciptakan
baginya bahu yang kuat untuk
memikul beban dunia, tapi
begitu lembut sehingga dapat
memberikan kenyamanan."
"Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya"
"Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap
bertahan di saat semua orang
sudah menyerah, dan tetap
memperhatikan keluarganya
tanpa mengeluh saat sedang
lelah maupun sakit."
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya
dalam keadaan apapun,
meskipun mereka menyakitinya."
"Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-
kesalahan suaminya,
menciptakannya dari tulang
rusuk suaminya untuk
melindungi hatinya"
"Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya,
tetapi kadang-kadang menguji
kekuatan dan ketetapan
hatinya untuk tetap teguh
mendampingi suaminya"
"Dan akhirnya, Aku memberinya air
mata untuk dicurahkan. Ini
khusus miliknya untuk
digunakan kapanpun
diperlukan."
"Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya,
penampilan fisiknya, atau
cara dia menyisir rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya,
tempat dimana cinta
bersemayam."
Selasa, 06 September 2011
Gue Haid Lagi...
Setelah Kenzie berusia 8 bulan 13 hari, gue haid lagi. Seneng sih, karena haid gue bisa ngatur siklus masa subur kayak dulu. Dan, haid ini pertanda gue harus waspada, bahkan sangat waspada, kalau-kalau ujug-ujug gue hamil lagi kan nggak lucu.
Sumpah! gue takut banget hamil lagi. Mungkin gue baru kepingin hamil lagi kalau Kenzie udah sekolah dasar. Itu juga kalau umur gue nyampe dan dunia belom kiamat.
Bukannya gue nggak bersyukur dengan kehamilan, tapi gue masih belum lupa sengsaranya hamil gimana, ngurus bayi repotnya dan gue kan niat banget kerja lagi. Repot aja gitu kalau kerja dalam keadaan hamil. Belum ntar kudu resign lagi buat ngasuh bayi kedua dan takutnya Kenzie malah terlantar. Nggak ah. Jangan dulu ya.. ya... ya... Allah ya... please
Sumpah! gue takut banget hamil lagi. Mungkin gue baru kepingin hamil lagi kalau Kenzie udah sekolah dasar. Itu juga kalau umur gue nyampe dan dunia belom kiamat.
Bukannya gue nggak bersyukur dengan kehamilan, tapi gue masih belum lupa sengsaranya hamil gimana, ngurus bayi repotnya dan gue kan niat banget kerja lagi. Repot aja gitu kalau kerja dalam keadaan hamil. Belum ntar kudu resign lagi buat ngasuh bayi kedua dan takutnya Kenzie malah terlantar. Nggak ah. Jangan dulu ya.. ya... ya... Allah ya... please
Senin, 29 Agustus 2011
Lebarannya Mundur Sehari, Lucu ya?
Lebaran dipending sampai Rabu (31/8/2011). Hahahahahah lucu deh para penentu 1 Syawal itu. Gue yakin, jutaan umat Islam pada gelisah malem ini. Mau traweh tapi takut tiba-tiba diumumin besok lebaran. Mau takbiran, takut besok diumumin masih puasa. Hasilnya, nggak ada satu pun masjid/mushola yang gue lewati mengumandangkan takbir. Baru deh pas diumumin hasil sidang isbat di Kementrian Agama kalau lebaran besok lusa, langsung pada salat taraweh. Hahahahaha bener-bener peristiwa unik. Gue pun jadi salat taraweh di rumah. Mumpung masih dikasih kesempatan salat taraweh, ya why not lah. Kali aja Ramadan taun depan gue nggak dikasih kesempatan sama Allah untuk nyicipin bulan Ramadan.
Well, apapun yang terjadi hari ini, setidaknya memunculkan keadilan di antara gue dan Seno. Hari ini gue bisa buka puasa bersama keluarga gue dan besok kita bisa buka puasa bersama keluarganya. Adil kan?
Tuh... betapa Allah menciptakan sesuatu bukan tanpa maksud. Maha Besar Allah dengan segala firman dan misterinya...
Well, apapun yang terjadi hari ini, setidaknya memunculkan keadilan di antara gue dan Seno. Hari ini gue bisa buka puasa bersama keluarga gue dan besok kita bisa buka puasa bersama keluarganya. Adil kan?
Tuh... betapa Allah menciptakan sesuatu bukan tanpa maksud. Maha Besar Allah dengan segala firman dan misterinya...
Minggu, 28 Agustus 2011
Minum ASI, Pertumbuhan Kenzie Jadi Pesat Banget
Seneng deh liat Kenzie tumbuh dengan pesat. Tahap perkembangannya kadang melebihi tumbuh kembang bayi pada umumnya. Misalnya, saat bayi salah seorang temen dengan usia satu bulan lebih tua dari Kenzie belum bisa merangkak pakai dada, Kenzie udah bisa melakukan itu di umur 7 bulan.
Umur 8 bulan 2 hari udah bisa merangkak pakai lutut selangkah dua langkah dan lagi belajar berdiri. Usia 8 bulan pas, Kenzie udah lancar berdiri dengan bertumpu pada benda yang lebih tinggi didepannya. Misalnya, meja komputer dan pinggiran tempat tidur. Kalau lagi sempet ngawasin, dia bisa jalan selangkah dua langkah dengan mendorong baby walkernya. What amazing baby :D
Kalau untuk pertumbuhan gigi, emang Kenzie agak lambat. Gigi Kenzie baru tumbuh awal Ramadhan ini atau pas usia dia masuk 8 bulan. Itu pun cuma satu. Temen Kenzie yang usianya satu bulan lebih muda dari Kenzie (Nasya) malah udah 4 giginya, tapi Nasya belum bisa bolak balikin badan. Gerak motoriknya lambat banget. Mungkin karena bukan bayi ASI kali ya.. *heheheh bangga gitu gue..
Ngomong-ngomong soal ASI, memang pesat atau tidaknya pertumbuhan bayi ya sangat tergantung dari asupan susu yang diminumnya dari sejak lahir. Gue perhatiin, bayi-bayi temen gue yang dari lahir dipaksa minum susu formula atau sengaja diminumin susu formula, pertumbuhannya kalah jauh sama bayi-bayi yang minum ASI.
Bersyukur banget gue sampai sekarang bisa kasih ASI buat Kenzie. Gue, berjuang banget biar Kenzie nggak kena sufor saat ini, kecuali dicampur sama makanannya. Itu pun nggak sering-sering. Gue berharap bisa ngasih ASI selama mungkin sama Kenzie. Sampai Kenzie menolak ASI dengan sendirinya deh..
Umur 8 bulan 2 hari udah bisa merangkak pakai lutut selangkah dua langkah dan lagi belajar berdiri. Usia 8 bulan pas, Kenzie udah lancar berdiri dengan bertumpu pada benda yang lebih tinggi didepannya. Misalnya, meja komputer dan pinggiran tempat tidur. Kalau lagi sempet ngawasin, dia bisa jalan selangkah dua langkah dengan mendorong baby walkernya. What amazing baby :D
Kalau untuk pertumbuhan gigi, emang Kenzie agak lambat. Gigi Kenzie baru tumbuh awal Ramadhan ini atau pas usia dia masuk 8 bulan. Itu pun cuma satu. Temen Kenzie yang usianya satu bulan lebih muda dari Kenzie (Nasya) malah udah 4 giginya, tapi Nasya belum bisa bolak balikin badan. Gerak motoriknya lambat banget. Mungkin karena bukan bayi ASI kali ya.. *heheheh bangga gitu gue..
Ngomong-ngomong soal ASI, memang pesat atau tidaknya pertumbuhan bayi ya sangat tergantung dari asupan susu yang diminumnya dari sejak lahir. Gue perhatiin, bayi-bayi temen gue yang dari lahir dipaksa minum susu formula atau sengaja diminumin susu formula, pertumbuhannya kalah jauh sama bayi-bayi yang minum ASI.
Bersyukur banget gue sampai sekarang bisa kasih ASI buat Kenzie. Gue, berjuang banget biar Kenzie nggak kena sufor saat ini, kecuali dicampur sama makanannya. Itu pun nggak sering-sering. Gue berharap bisa ngasih ASI selama mungkin sama Kenzie. Sampai Kenzie menolak ASI dengan sendirinya deh..
Rabu, 24 Agustus 2011
Bahagia ala Gue
Siapapun pasti ingin bahagia. Ada yang bisa bahagia kalau punya uang banyak, mobil, rumah mewah beserta isinya yang juga serba mewah, ada yang bisa bahagia hanya dengan berkumpul bersama keluarga dan hidup sederhana. Tapi ada juga manusia yang bisa bahagia kalau liat orang lain susah.. aneh ya..
Kalau gue, mudah banget bisa bahagia. Beliin buku yang pengen gue baca, biarkan gue membacanya tanpa gangguan dan dengerin musik. Tapi musiknya harus musik India ya, khususnya lagu yang jadi soundtrack filmnya Shahrukh Khan heheheheh...
Gue bisa bahagia dengan sharing cerita sama orang. Bisa ngasih nyokap gue sesuatu. Liat ade-ade gue bisa tenang sekolah dan berjuang meraih mimpi-mimpinya. Dan gue teramat bahagia saat gue bisa resign dari okezone hanya untuk merawat Kenzie.
Apapun penilaian orang, tapi gue bahagia dengan hidup yang gue pilih sekarang. Gue mau bahagia, dengan cara gue tadi. Karena apa, setiap orang berhak bahagia dengan caranya..
Kalau gue, mudah banget bisa bahagia. Beliin buku yang pengen gue baca, biarkan gue membacanya tanpa gangguan dan dengerin musik. Tapi musiknya harus musik India ya, khususnya lagu yang jadi soundtrack filmnya Shahrukh Khan heheheheh...
Gue bisa bahagia dengan sharing cerita sama orang. Bisa ngasih nyokap gue sesuatu. Liat ade-ade gue bisa tenang sekolah dan berjuang meraih mimpi-mimpinya. Dan gue teramat bahagia saat gue bisa resign dari okezone hanya untuk merawat Kenzie.
Apapun penilaian orang, tapi gue bahagia dengan hidup yang gue pilih sekarang. Gue mau bahagia, dengan cara gue tadi. Karena apa, setiap orang berhak bahagia dengan caranya..
MLM, Ooooo MLM
Multi Level Marketing atau MLM. Dari segi bisnis, MLM emang menjanjikan banget.Cuma orang-orang yang bener-bener FIGHT yang bisa sukses di bisnis jaringan ini. Gue, jangan ditanya.. gue banyak ikutan MLM tapi nggak ada satu pun yang sukses. Thianshi, Propolis, bahkan Oriflame yang modalnya dikiiiiiit banget gue nggak bisa ngejalanin.
Bisnis MLM kan fokusnya ngembangin jaringan. Nah, ini yang bikin gue males semales malesnya. Gue males basa basi sama orang, males nawarin produk, males dateng ke pelatihan ngembangin jaringan dan sederett males males lainnya. Gue, ikutan MLM bukan karena iming-iming duit banyak dan jalan-jalan ke luar negeri atau hadiah lainnya sih, tapi gue cuma suka pake produknya ajah. Lagian, gue nggak suka sama bisnis ini. Biarpun tu up line ngirim imel motivasi dan cerita jalan-jalan ngretongannya ke Paris lah, ke negara antah barantahlah, duit yang masuk ke rekening puluhan juta lah, tetep aja nggak ngefek ke gue. Kenapa ya? udah takdir kali kalau gue nggak bakal bisa sukses di bisnis ini.
Ah tapi sebenernya nggak juga, bukan soal takdir atau bukan takdir. Ini masalah MAU apa NGGAK ngejalaninnya. Kalau MAU, gue yakin siapapun bakal sukses di bisnis jaringan ini. Waaah pokoknya keren deh buat mereka yang bisa sukses di bisnis MLM.
Gue mah, cukup seneng jadi reporter dan nerima gaji bulanan, jalan-jalan gretongan sama narsum sekalian liputan *bisa ke luar negeri gratisan juga kok meski gak ikut MLM hahahahah... dan yang penting, kepuasan batin booo.. Kerja kalau nggak sreg di hati nggak enak juga kan ngejalaninnya...
Bisnis MLM kan fokusnya ngembangin jaringan. Nah, ini yang bikin gue males semales malesnya. Gue males basa basi sama orang, males nawarin produk, males dateng ke pelatihan ngembangin jaringan dan sederett males males lainnya. Gue, ikutan MLM bukan karena iming-iming duit banyak dan jalan-jalan ke luar negeri atau hadiah lainnya sih, tapi gue cuma suka pake produknya ajah. Lagian, gue nggak suka sama bisnis ini. Biarpun tu up line ngirim imel motivasi dan cerita jalan-jalan ngretongannya ke Paris lah, ke negara antah barantahlah, duit yang masuk ke rekening puluhan juta lah, tetep aja nggak ngefek ke gue. Kenapa ya? udah takdir kali kalau gue nggak bakal bisa sukses di bisnis ini.
Ah tapi sebenernya nggak juga, bukan soal takdir atau bukan takdir. Ini masalah MAU apa NGGAK ngejalaninnya. Kalau MAU, gue yakin siapapun bakal sukses di bisnis jaringan ini. Waaah pokoknya keren deh buat mereka yang bisa sukses di bisnis MLM.
Gue mah, cukup seneng jadi reporter dan nerima gaji bulanan, jalan-jalan gretongan sama narsum sekalian liputan *bisa ke luar negeri gratisan juga kok meski gak ikut MLM hahahahah... dan yang penting, kepuasan batin booo.. Kerja kalau nggak sreg di hati nggak enak juga kan ngejalaninnya...
Sabtu, 20 Agustus 2011
ASI.. Is the Best..
Barusan gue buka puasa di rumah salah seorang temen, sebut dia teman 1.Yang bisa dateng cuma gue sama salah seorang teman, mari kita sebut orang ini teman 2 ajah. Seneng bisa ketemu mereka dan ngobrol kayak dulu lagi. Karena udah punya anak, kecuali si teman 1. maklum penganten baru. Obrolan kita nggak jauh dari seputar anak. Mulai dari bikin anak sampe pertumbuhan anak-anak. Sampailah kita di bab susu..-awalnya teman 2 - yang buka suara.
Si teman 2 ini cerita betapa anaknya, baby (7 month) begitu kuat mimi susu formulanya. Baby yang sejak lahir kenal sufor itu katanya bisa ngabisin sufor berkaleng-kaleng untuk sebulan. Kalau nggak salah sih hanya untuk sufor mereka ngerogoh kocek sekitar 800 ribu sebulan.
Dari ceritanya, entah kenapa gue sangat bersukur bisa ngasih susu yang amat sangat mahal dan nggak bisa ditandingin sama sufor paling mahal sekalipun. Yaitu Air Susu Ibu atau ASI. Memang, masing-masing keputusan yang diambil sama gue dan si teman 2 berdampak sama anak-anak. Gue yang mutusin buat resign demi Kenzie dan berada disamping dia jelas punya keuntungan sendiri. Si teman 2 yang mutusin buat terus kerja juga punya keuntungan sendiri buat dia. Anaknya boleh berlimpah materi tapi secara psikologis belum tentu. Tapi wallahualam.. kan yang ngerasain si teman 2 bukan gue. Setidaknya gue nggak sampai cerita bahwa anak gue doyan banget sufor dan per bulannya ngabisin sekian ratus ribu hanya untuk sufor. belom peralatan ini itu. belum pampers dan sebagainya..
Gue bersyukur dengan keputusan gue untuk resign dan full ngasih ASI plus menjaga serta ngerawat Kenzie dengan tangan gue sendiri. Hidup ASI... makasih ya Allah..
Si teman 2 ini cerita betapa anaknya, baby (7 month) begitu kuat mimi susu formulanya. Baby yang sejak lahir kenal sufor itu katanya bisa ngabisin sufor berkaleng-kaleng untuk sebulan. Kalau nggak salah sih hanya untuk sufor mereka ngerogoh kocek sekitar 800 ribu sebulan.
Dari ceritanya, entah kenapa gue sangat bersukur bisa ngasih susu yang amat sangat mahal dan nggak bisa ditandingin sama sufor paling mahal sekalipun. Yaitu Air Susu Ibu atau ASI. Memang, masing-masing keputusan yang diambil sama gue dan si teman 2 berdampak sama anak-anak. Gue yang mutusin buat resign demi Kenzie dan berada disamping dia jelas punya keuntungan sendiri. Si teman 2 yang mutusin buat terus kerja juga punya keuntungan sendiri buat dia. Anaknya boleh berlimpah materi tapi secara psikologis belum tentu. Tapi wallahualam.. kan yang ngerasain si teman 2 bukan gue. Setidaknya gue nggak sampai cerita bahwa anak gue doyan banget sufor dan per bulannya ngabisin sekian ratus ribu hanya untuk sufor. belom peralatan ini itu. belum pampers dan sebagainya..
Gue bersyukur dengan keputusan gue untuk resign dan full ngasih ASI plus menjaga serta ngerawat Kenzie dengan tangan gue sendiri. Hidup ASI... makasih ya Allah..
Senin, 14 Februari 2011
Ini Cerita Saya Melahirkan Kenzie di dr Bob Ichsan Masri
Ini cerita 23 Desember 2010
Kata Ibu, proses melahirkan Kenzie adalah proses yang paling mengerikan sepanjang beliau melihat kelahiran seorang bayi. Terlebih Ibu kan udah pernah melahirkan sebanyak 8 kali. Kalau saya no comment, karena setiap orang punya pengalaman dan taste tersendiri saat melahirkan anaknya. Apalagi saya melahirkan anak pertama, jadi belum bisa membanding-bandingkan.
Banyak temen-temen saya yang tanya kenapa akhirnya saya melahirkan di klinik dr Bob. Gini ceritanya, Selasa 21 Desember, saya sama Seno pergi ke klinik dr Bob untuk melihat kondisi kandungan karena udah lewat 5 hari. Kalau saran bidan sih tunggu sampai 41 minggu. Tapi kok saya nggak yakin ya, nah pergilah kami pagi-pagi ke klinik dr Bob. Sampai sana sekitar jam 10 dan seperti biasa langsung antri. Dapat antrian nomer 4. Kalau dikira-kira saya bakal diperiksa sekitar jam 1 siang. Dengan asumsi satu pasien sekitar 30-40 menit sekali periksa. Karena masih lama, Seno memutuskan untuk ke kantor dulu. Jarak antara kantornya dan klinik dr Bob kan dekat. Paling nggak sampe 10 menit sampai. Sekitar jam 12-an, giliran saya diperiksa. Loh kok cepet ya? Oo ternyata satu pasien kandungannya baru berumur beberapa minggu, masih kecil dan belum banyak yang dilihat. Pantesan cepet!
Karena masih nunggu Seno, saya minta dilewat dulu. Sambil nunggu Seno, saya salat dhuhur. Sebetulnya, kalau pemeriksaan rutin sih nggak ada Seno nggak apa-apa, tapi nggak untuk pemeriksaan kali ini. Kalau ada Seno, saya bisa ngambil keputusan cepat. Dan benar, dari hasil pemeriksaan, air ketuban sudah dikit. Saya lupa istilahnya apa tapi untuk kadar yang air ketuban yang tersisa yaitu 5,7, rumah sakit dimanapun nggak akan mau menerima kalau saya minta normal dengan cara diinduksi terlebih dahulu. Saya juga cerita sama beliau bahwa saya nggak pernah mules, kalau pun ada cuma palsu. Kalau kontraksi hampir tiap hari tapi nggak ada mules, makanya saya nanya gimana peluang keberhasilan persalinan dengan induksi, mengingat banyak kawan saya yang gagal induksi dan berakhir di meja operasi, sesar.
"Standar WHO, air ketuban dengan nilai 4 masih bisa dilakukan normal. Tapi kalau di Indonesia, standarnya di bawah 7. Ibu bawa hasil dari saya ke rumah sakit manapun, mereka nggak akan mau nanganin normal, pasti sesar. Tolong dipikirkan," kata dr Bob menjelaskan.
Jujur, saya kuatir dengan kegagalan induksi yang banyak dialami teman-teman saya. dr Bob, dengan penjelasan yang sangat masuk akal, menjelaskan proses induksi yang benar. "Analoginya begini, kita metik mangga mentah, untuk menjadi mateng kan musti diperem dulu atau diimbu, untuk mateng kan harus sehari dua hari. Kira-kira begitu penjelasan induksi. Kalau Ibu induksi di sini, hari ini induksi dengan kadar tetesan 20 per menit, besok kita istirahatkan kurang lebih 24 jam, kita pantau kematangan jalan lahir, baru besoknya kita akselerasi dan kadar tetesan kita naikkan menjadi 60 tetes per menit. Dari situ kita pantau terus sampai matang," kata dia panjang lebar.
Lantas, saya tanya kenapa banyak induksi gagal dan berujung pada sesar. Jawabannya sederhana, lagi-lagi karena urusan komersil dan tim medis yang kurang sabar. "Coba anda bayangin seorang dokter datang untuk visit itu nggak dibayar loh baru dibayar setelah pasien mau melahirkan. Nah, induksi kan lama dan perlu dipantau terus. Kalau dokternya nggak sabar, ya ujungnya sesar dengan begitu pasien akan bayar lebih mahal dan duit pun masuk kantong dokter itu. ngapain repot-repot. Untuk bidan juga sama, memang hari gini ada yang rela-rela antar pasien ke rumah sakit atau merujuk pasien dia ke rumah sakit untuk sesar dan dia nggak dapat komisi? Nggak ada, bidan kan juga punya keluarga yang harus dia hidupi,'' kata dia.
''Peluang untuk melahirkan normal masih besar. Jadi begitu ya dari saya, tolong anda berdua pikir-pikir," kata dr Bob menutup sesi pemeriksaan. Kalau saya, percaya 100 persen penanganan kelahiran Kenzie sama dr Bob. Tanpa mikir panjang, begitu juga Seno, saya langsung mengiyakan untuk induksi di klinik ini. Kami yakin berada di tempat dan orang yang tepat. Saya percaya, induksi ini akan berhasil. Keputusan diambil saat makan siang di kantin bawah. Selapas itu, Seno pulang untuk mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan di rumah. Saya naik lagi ke lantai 2.
Sambil tunggu Seno datang, saya sms keluarga. Nggak lama Ibu nelpon. Kalau inget suara Ibu di telpon saat itu, sampai sekarang saya pasti mau nangis. Ibu, dengan suara yang terdengar cemas berpesan untuk nggak takut dan minta keselamatan dari Allah. Sambil nulis bagian ini pun air mata saya bercucuran. Saya telpon Seno dan wanti-wanti Ibu jangan sampai ikut ke sini karena saya pasti nggak kuat ngeliatnya.
Jam 3 sore, kamar di lantai 2 sudah ready dan saya ganti baju, tensi darah dan proses induksi-pun dimulai. Jam 3.40 pm, bidan nira melakukan pemeriksaan dalam, gue pikir begitu doang gitu, jari bidan dimasukin dan selesai. Waaks, nggak taunya dia masuk lebiiiiiih dalem lagi... Dan tusuk sana tusuk sini, agak ngilu sih.. Cuma kalimat sugesti itu ngalahin semuanya.. Hehehehe *masih kuat gitu*..
''rahimnya belum membuka sih tapi udah masuk satu jari,'' kata bidan nira.
''maksudnya udah pembukaan satu kali ya''.. Kalau iya, loh kenapa saya nggak nyadar ya, bukannya bloodyshow dulu baru ada pembukaan ya..
''tiap orang beda-beda bu'' kata bidan nira..
''ooh iya ya.. Percaya saya''
Mudah-mudahan pembukaan lengkap gak sampai 24 jam.. Jangan stres ya :) sebelah saya juga lagi diinduksi, udah nangis-nangis bombaiiiiii..
Sejak awal saya bertekad nggak akan teriak-teriak nggak penting dan mengamuk secara brutal. Tenaga saya khusus dusiapkan hanya untuk melahirkan Kenzie.. Pelajaran-pelajaran dari buku hypnobirthing dan surfing internet saatnya diterapkan hehehehe...
Jam 5 sore, bloody show mule keluar. Abis itu baru deh ngerasain mules dikit-dikit..kayak kita mau haid gitu lah rasanya, alhamdulillah ada kemajuan, mules yang belum seberapa itu saya rasain makin sering. Walau durasinya 1 jam sampai setengah jam sekali.. Tapi bukan berarti pembukaan akan lengkap dalam beberapa jam. Soalnya, dari penjelasan yang saya dapet, mules diinduksi sama mules alami itu jauuuh berbeda.
Menjelang maghrib Seno datang, dia nggak sendiri, Ibuku yang cantik itu juga datang. Saya cium tangan Ibu dan beliau cium kening saya sambil bilang ''jangan takut ya,''. Saya tahan kuat-kuat agar saya nggak nangis saat itu, buat saya nangis akan membuat saya lemes. Saya tanya ke suami, kenapa Ibu bisa ikut. Kasihan Ibu nanti capek, nungguin kek gini kan lama, belum lagi jarak antara klinik ini sama rumah nggak dekat. Kasihan kalau harus bolak-balik. Saya juga sebenernya udah bilang hal ini ke Ibu, tapi Ibu ngotot ikut.
"Namanya juga sama anak sendiri, ya nggak repot, Ibu udah bilang kayak gitu aku nggak bisa ngomong apa-apa,'' kata suamiku.
Daripada suntuk di kamar, ditambah agak bete denger mba2 disamping saya nangis mulu, mending saya jalan-jalan deh ke bawah. Sampai bawah, waah gerimis, batal deh jalan-jalan, akhirnya saya sama seno naik ke loteng, ke lantai 4.. Itung-itung jalan-jalan lah, katanya sih bisa nambah pembukaan. Nyatanya enggak tuh, mungkin buat orang lain iya tapi buat saya enggak, karena setelah dipikir-pikir saat usai persalinan, pembukaan yang saya alami harus disertai dengan mules. Tanpa mules ya nggak ada pembukaan.
Sekitar jam 10.30 malam, finally si mba sebelah saya lahiran dengan dibantu vakum. Akhirnya penderitaan si mba itu kelar.. Giliran saya nih hihihihih... Gak sabar deeh..
Rabu, 22 Desember 2010
Jam 00.07 dini hari. Lagi enak-enaknya tidur saya dibangunin buat periksa dalem. Nggak sakit kok, katanya miss v saya tergolong elastis. Oh alhamdulillah deh, jadi kemungkinan saya nggak dapat jahitan. *ngarep..*
Habis sarapan pagi, seorang bidan ngasih tau kalau hari ini nggak ada induksi karena mau dipantau dulu. Induksi dilakukan kembali sekitar jam 4 sore, kata dokter Bob sih namanya akselerasi, tetesan induksinya ditambah jadi 60 tetes per menit. Nggak sampai 30 menit dari cairan induksi dipasang, ketuban saya pecah. Kata bidan itu pertanda bagus karena pembukaannya bisa cepet. "Paling cepet jam 4 pagi Ibu sudah melahirkan," kata dokter Bob pas ngevisit saya.
Dari pecah ketuban, setiap berapa jam gitu saya diperiksa dalam dan dicek jantung janin. Entah itu dilakukan berapa kali sampai proses melahirkan. Harus saya akui, mules diinduksi memang luar biasa, yang nggak enak adalah mulesnya bener-bener terus-terusan, saya nggak dikasih jeda sedikitpun untuk merasakan ketenangan. Pas saya tanya ke bidan, memang begitu kalau diinduksi. Ya oke lah, toh mules ini kan yang saya rindukan sejak kemarin-kemarin. :p
Yang paling menyiksa adalah saat keinginan mengejan begitu besar tapi saya dilarang untuk melakukan itu. Kalau nggak salah pas bukaan 7-10.. Nahannya membuat saya nyahoo hehehehe.. 8 jam lebih saya mengalami hal ini. Wah pingin bunuh diri deh pokoknya, Ibu dan Seno yang melihat saya kesakitan dan mondar-mandir nggak jelas di kamar sambil terus mengaduh cuma bisa berdoa dan ngasih supprort. Saya sempet nyerah, dan minta disesar. Tapi Ibu dan Seno terus menggenjot semangat saya. ''Sabar, sebentar lagi kok''..
Denger jawaban begitu saya jelas senewen. ''Sabar, sabar, ih nggak ngerasain sih. Mana sih dokter Bob. Lama banget, katanya tadi jam 10, sekarang udah jam 11 nggak dateng-dateng,"
Saya tanya ke bidan-bidan yang bolak balik mantau saya. ''udah bukaan berapa sih mba, saya udah kepingin banget ngeden nihh. Masa daritadi 9 terus. Dokter Bob juga mana sih," saya yang tadinya sebel banget periksa dalam kali ini maksa minta diperiksa. ''Nggak boleh sering-sering bu, nanti infeksi," kata bidan muda itu.
''Lah gimana sih, giliran saya yang minta kok nggak dikasih. Saya nggak minta malah diperiksa mulu," kata saya dengan nada sebel. Bidan-bidan yang ngontrol saya nyaranin saya untuk tiduran miring ke kiri biar bukaannya cepet. Lah mana saya kuat nahan ngeden begini sambil tiduran. Setiap kali hasrat mengedan dateng, saya sekuat tenaga nahan buat gak ngeden. Hasilnya, air ketuban saya semakin banyak mengucur. Ih ngeri juga liatnya, soalnya udah bercampur darah gitu. Baju yang saya pakai udah basah semua, saya minta bajunya diganti.
Sepanjang menahan ngeden saya cuma ngegrutu nggak jelas sambil mondar-mandir di ruangan, duduk bangun dibangku kecil. Seno cuma bisa ngeliatin saya sambil berdoa. Dia pun nawarin saya makan, karena dari tadi pagi saya nggak nafsu makan apa-apa. Saya cuma minum, makan buah, dan makan bubur kacang hijau beberapa sendok ke mulut saya.
"Ih nyebelin banget sih, daritadi nawarin makan mulu, lagi sakit begini mana nafsu makan," jawab saya saat suami top markotop saya itu nawarin makan. Kalau inget kejadian itu, sumpaaah saya nyesel banget ngomong begitu ke dia.
Tiba-tiba dokter Bob nongol didepan pintu sambil senyam senyum liatin saya lagi jenggut-jenggut rambut sendiri.
''Dokter, udah kali nih, saya dari tadi udah kepingin ngeden banget. Kata bidan udah bukaan 9. Dokter deh ngecek udah berapa sekarang," kata saya.
''Kalau ibu masih sanggup berdiri dan jalan-jalan kayak begini belom lengkap pembukaannya," jawab beliau.
''Aduh dok, saya malah nggak sanggup kalau nahan ngeden sambil sambil tiduran. Yang ada saya makin sakit," eh ada yang aneh loh,, selepas saya ngomong begini ke dokter Bob, mules sama hasrat ngeden saya lenyap.
Dokter Bob nyuruh saya berbaring karena beliau sendiri yang akan periksa udah bukaan berapa sekarang. Saya rebahan, ngangkang selebar-lebarnya. Dalam hati, saya udah ngeri duluan diperiksa dalam sama beliau, kebayang dong jari-jari orang gemuk sebesar apa. Diperiksa bidan yang tangannya mungil gitu aja ngilu, gimana ini.
Dan bener, kali ini saya beneran teriak manggil nama Allah pas dokter melakukan pemeriksaan dalam. "Oke, bawa dia ke ruangan saya sekarang,'' perintah dia ke bidan-bidannya. ''Ibu mau jalan sendiri atau pakai kursi roda" tanya dokter Bob.
''Saya jalan sendiri deh dok," saya dibantu Seno dan didampingi Ibu ke ruang bersalin. Di ruangan beliau, saya berbaring dan ngangkang di tempat bersalin.
Bidan-bidan dan dokter Bob nyiapin peralatan. Seno dan Ibu megangin saya dari belakang. Saya berdoa semoga mules dan hasrat ingin ngeden ada lagi. Soalnya begitu liat dokter Bob mules sama hasrat buat ngeden lenyap.
Peralatan pun ready. Dokter Bob nyuruh saya untuk ngeden seperti orang pup sambil memancing agar pup sama air seni saya keluar semua. ''Nah kalau Ibu sudah bisa pup dan ngencingin saya berarti bagus ngedennya. Ibu berhasil," kata dia. ''Maaf dok," kata saya.
''Nggak apa-apa, orang lahiran memang harus pup dan pipis dulu. Sekarang begitu mules dateng Ibu ngeden ya," kata dia. Saat keinginan mengejan datang, saya ngeden sekuat tenaga. Awal-awal saya salah ngeden dan lama-lama biasa. Untuk memunculkan kepala Kenzi ke permukaan entah berapa kali saya ngeden. Rasanya lemas, maklum nggak tidur semalaman dan nggak makan pula. Yang saya nggak tahu, untuk ngeluarin kepala bayi butuh tenaga super besar. Mungkin dokter Bob liat saya udah nggak sanggup ngeden lagi, beliau pun ngambil alat vakum. ''Jangan kuatir dengan vakum. Otak dan kepala bayi nggak akan rusak dengan divakum,''. Beliau pun nyuruh saya ngeden lagi, tapi tenaga saya kurang.
''Kalau Ibu dua kali lagi nggak bisa ngeden saya gunting nih," kata dia, mungkin ngancem, mungkin kasih motivasi.
Saya berdoa dalam hati agar dikasih kekuatan untuk ngeden lagi. Saya ngeden sekali, dan saya ngeliat dokter Bob udah megang gunting. dan settttt robeklah miss v eike. Dalam hati, baru juga sekali ngeden, katanya dua kali lagi, kok baru sekali udah digunting sih. Yah kena jahitan deh.
Setelah diepis (digunting), saya disuruh ngeden sekuat tenaga sama dokter Bob dan keluarlah Kenzie pada jam 1.19 siang. Kenzie langsung ditaro diatas perut saya sambil digunting tali pusatnya. Ternyata ngeluarin kepala susah yak, beda saat badan Kenzie ngelewatin jalan lahir. Berasa ngeluarin jeli yang gede banget. Hihihihi.. Ngeliat kepala Kenzie yang agak lonjong saya jadi makin nelangsa. Kenzie langsung dibawa bidan ke ruang sebelah diikuti Seno, sekalian mengazankan.
Kenzie nangis kuenceng banget. Dokter Bob ngeluarin plasenta dan menguras rahim saya. Jangan ditanya rasanya kayak apa. And then beliau ngobras deh. Setelah itu beres. Saya pun didera rasa ngantuk berat tapi nggak boleh tidur. Sambil didorong keluar ruangan, saya pandangi dokter Bob yang duduk di kursi kerjanya. "Makasih banyak dok," si dokter baik hati itu cuma senyum ajah.
Karena dilarang tidur, saya minta diambilin handphone. Saya mau facebookan biar nggak ngantuk heehehheh..
Setelah melahirkan, perasaan saya plong banget. Saya bersyukur datang ke tempat ini, keyakinan saya pada dokter Bob bisa menolong persalinan saya dengan normal terbukti. Saya bersyukur ditangani oleh orang yang tepat. Didampingi bidan-bidan yang super ramah, baik hati dan tidak membeda-bedakan pasien, entah itu pasien kaya atau miskin. Sikap sama yang dimiliki bos mereka.
Klinik dokter Bob memang jauh dari kesan mewah. Tapi apa yang dokter Bob dan seluruh pegawainya berikan kepada pasiennya adalah istimewa dan mewah. Kami, semua pasien, tanpa dipandang dari kelas apa, punya uang berapa dan datang naik apa sama-sama dilayani dengan rata. Keramahan, kehangatan dan sikap empati yang begitu besar benar-benar membuat saya nyaman.
Dari cerita yang saya denger dari bidan-bidan di klinik ini, dokter Bob sudah banyak menangani orang-orang yang divonis tidak bisa melahirkan normal bisa normal. ''Vagina adalah jalan dari Tuhan,''. Begitu kata dokter Bob setiap ngebahas masalah persalinan. Pantesan beliau santai banget orangnya. Di ruang bersalin sempet-sempetnya dia becanda sama pasien.
Mungkin, kalian nggak akan percaya dengan tarif yang dikenakan beliau ke saya. Sangat jauh diluar bayangan saya dan Seno. Untuk kenyamanan, kehangatan, pelayanan yang super ramah layaknya di kelas VIP, makan bergizi 3 kali sehari, jam besuk yang bebas dan jumlah penunggu pasien yang juga tidak dibatasi itu beliau memberikan harga hanya Rp1,5 juta.
Subhanallah.. Mungkin ini rejekinya Kenzie kali ya. Saya dan Seno hanya bisa mendoakan agar klinik ini terus dibanjiri pasien dan rumah sakit dengan tarif termurah untuk mereka yang membutuhkan yang lagi direncanakan dokter Bob bisa terbangun. Tetap rendah hati dan idealis ya dok :D
Kata Ibu, proses melahirkan Kenzie adalah proses yang paling mengerikan sepanjang beliau melihat kelahiran seorang bayi. Terlebih Ibu kan udah pernah melahirkan sebanyak 8 kali. Kalau saya no comment, karena setiap orang punya pengalaman dan taste tersendiri saat melahirkan anaknya. Apalagi saya melahirkan anak pertama, jadi belum bisa membanding-bandingkan.
Banyak temen-temen saya yang tanya kenapa akhirnya saya melahirkan di klinik dr Bob. Gini ceritanya, Selasa 21 Desember, saya sama Seno pergi ke klinik dr Bob untuk melihat kondisi kandungan karena udah lewat 5 hari. Kalau saran bidan sih tunggu sampai 41 minggu. Tapi kok saya nggak yakin ya, nah pergilah kami pagi-pagi ke klinik dr Bob. Sampai sana sekitar jam 10 dan seperti biasa langsung antri. Dapat antrian nomer 4. Kalau dikira-kira saya bakal diperiksa sekitar jam 1 siang. Dengan asumsi satu pasien sekitar 30-40 menit sekali periksa. Karena masih lama, Seno memutuskan untuk ke kantor dulu. Jarak antara kantornya dan klinik dr Bob kan dekat. Paling nggak sampe 10 menit sampai. Sekitar jam 12-an, giliran saya diperiksa. Loh kok cepet ya? Oo ternyata satu pasien kandungannya baru berumur beberapa minggu, masih kecil dan belum banyak yang dilihat. Pantesan cepet!
Karena masih nunggu Seno, saya minta dilewat dulu. Sambil nunggu Seno, saya salat dhuhur. Sebetulnya, kalau pemeriksaan rutin sih nggak ada Seno nggak apa-apa, tapi nggak untuk pemeriksaan kali ini. Kalau ada Seno, saya bisa ngambil keputusan cepat. Dan benar, dari hasil pemeriksaan, air ketuban sudah dikit. Saya lupa istilahnya apa tapi untuk kadar yang air ketuban yang tersisa yaitu 5,7, rumah sakit dimanapun nggak akan mau menerima kalau saya minta normal dengan cara diinduksi terlebih dahulu. Saya juga cerita sama beliau bahwa saya nggak pernah mules, kalau pun ada cuma palsu. Kalau kontraksi hampir tiap hari tapi nggak ada mules, makanya saya nanya gimana peluang keberhasilan persalinan dengan induksi, mengingat banyak kawan saya yang gagal induksi dan berakhir di meja operasi, sesar.
"Standar WHO, air ketuban dengan nilai 4 masih bisa dilakukan normal. Tapi kalau di Indonesia, standarnya di bawah 7. Ibu bawa hasil dari saya ke rumah sakit manapun, mereka nggak akan mau nanganin normal, pasti sesar. Tolong dipikirkan," kata dr Bob menjelaskan.
Jujur, saya kuatir dengan kegagalan induksi yang banyak dialami teman-teman saya. dr Bob, dengan penjelasan yang sangat masuk akal, menjelaskan proses induksi yang benar. "Analoginya begini, kita metik mangga mentah, untuk menjadi mateng kan musti diperem dulu atau diimbu, untuk mateng kan harus sehari dua hari. Kira-kira begitu penjelasan induksi. Kalau Ibu induksi di sini, hari ini induksi dengan kadar tetesan 20 per menit, besok kita istirahatkan kurang lebih 24 jam, kita pantau kematangan jalan lahir, baru besoknya kita akselerasi dan kadar tetesan kita naikkan menjadi 60 tetes per menit. Dari situ kita pantau terus sampai matang," kata dia panjang lebar.
Lantas, saya tanya kenapa banyak induksi gagal dan berujung pada sesar. Jawabannya sederhana, lagi-lagi karena urusan komersil dan tim medis yang kurang sabar. "Coba anda bayangin seorang dokter datang untuk visit itu nggak dibayar loh baru dibayar setelah pasien mau melahirkan. Nah, induksi kan lama dan perlu dipantau terus. Kalau dokternya nggak sabar, ya ujungnya sesar dengan begitu pasien akan bayar lebih mahal dan duit pun masuk kantong dokter itu. ngapain repot-repot. Untuk bidan juga sama, memang hari gini ada yang rela-rela antar pasien ke rumah sakit atau merujuk pasien dia ke rumah sakit untuk sesar dan dia nggak dapat komisi? Nggak ada, bidan kan juga punya keluarga yang harus dia hidupi,'' kata dia.
''Peluang untuk melahirkan normal masih besar. Jadi begitu ya dari saya, tolong anda berdua pikir-pikir," kata dr Bob menutup sesi pemeriksaan. Kalau saya, percaya 100 persen penanganan kelahiran Kenzie sama dr Bob. Tanpa mikir panjang, begitu juga Seno, saya langsung mengiyakan untuk induksi di klinik ini. Kami yakin berada di tempat dan orang yang tepat. Saya percaya, induksi ini akan berhasil. Keputusan diambil saat makan siang di kantin bawah. Selapas itu, Seno pulang untuk mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan di rumah. Saya naik lagi ke lantai 2.
Sambil tunggu Seno datang, saya sms keluarga. Nggak lama Ibu nelpon. Kalau inget suara Ibu di telpon saat itu, sampai sekarang saya pasti mau nangis. Ibu, dengan suara yang terdengar cemas berpesan untuk nggak takut dan minta keselamatan dari Allah. Sambil nulis bagian ini pun air mata saya bercucuran. Saya telpon Seno dan wanti-wanti Ibu jangan sampai ikut ke sini karena saya pasti nggak kuat ngeliatnya.
Jam 3 sore, kamar di lantai 2 sudah ready dan saya ganti baju, tensi darah dan proses induksi-pun dimulai. Jam 3.40 pm, bidan nira melakukan pemeriksaan dalam, gue pikir begitu doang gitu, jari bidan dimasukin dan selesai. Waaks, nggak taunya dia masuk lebiiiiiih dalem lagi... Dan tusuk sana tusuk sini, agak ngilu sih.. Cuma kalimat sugesti itu ngalahin semuanya.. Hehehehe *masih kuat gitu*..
''rahimnya belum membuka sih tapi udah masuk satu jari,'' kata bidan nira.
''maksudnya udah pembukaan satu kali ya''.. Kalau iya, loh kenapa saya nggak nyadar ya, bukannya bloodyshow dulu baru ada pembukaan ya..
''tiap orang beda-beda bu'' kata bidan nira..
''ooh iya ya.. Percaya saya''
Mudah-mudahan pembukaan lengkap gak sampai 24 jam.. Jangan stres ya :) sebelah saya juga lagi diinduksi, udah nangis-nangis bombaiiiiii..
Sejak awal saya bertekad nggak akan teriak-teriak nggak penting dan mengamuk secara brutal. Tenaga saya khusus dusiapkan hanya untuk melahirkan Kenzie.. Pelajaran-pelajaran dari buku hypnobirthing dan surfing internet saatnya diterapkan hehehehe...
Jam 5 sore, bloody show mule keluar. Abis itu baru deh ngerasain mules dikit-dikit..kayak kita mau haid gitu lah rasanya, alhamdulillah ada kemajuan, mules yang belum seberapa itu saya rasain makin sering. Walau durasinya 1 jam sampai setengah jam sekali.. Tapi bukan berarti pembukaan akan lengkap dalam beberapa jam. Soalnya, dari penjelasan yang saya dapet, mules diinduksi sama mules alami itu jauuuh berbeda.
Menjelang maghrib Seno datang, dia nggak sendiri, Ibuku yang cantik itu juga datang. Saya cium tangan Ibu dan beliau cium kening saya sambil bilang ''jangan takut ya,''. Saya tahan kuat-kuat agar saya nggak nangis saat itu, buat saya nangis akan membuat saya lemes. Saya tanya ke suami, kenapa Ibu bisa ikut. Kasihan Ibu nanti capek, nungguin kek gini kan lama, belum lagi jarak antara klinik ini sama rumah nggak dekat. Kasihan kalau harus bolak-balik. Saya juga sebenernya udah bilang hal ini ke Ibu, tapi Ibu ngotot ikut.
"Namanya juga sama anak sendiri, ya nggak repot, Ibu udah bilang kayak gitu aku nggak bisa ngomong apa-apa,'' kata suamiku.
Daripada suntuk di kamar, ditambah agak bete denger mba2 disamping saya nangis mulu, mending saya jalan-jalan deh ke bawah. Sampai bawah, waah gerimis, batal deh jalan-jalan, akhirnya saya sama seno naik ke loteng, ke lantai 4.. Itung-itung jalan-jalan lah, katanya sih bisa nambah pembukaan. Nyatanya enggak tuh, mungkin buat orang lain iya tapi buat saya enggak, karena setelah dipikir-pikir saat usai persalinan, pembukaan yang saya alami harus disertai dengan mules. Tanpa mules ya nggak ada pembukaan.
Sekitar jam 10.30 malam, finally si mba sebelah saya lahiran dengan dibantu vakum. Akhirnya penderitaan si mba itu kelar.. Giliran saya nih hihihihih... Gak sabar deeh..
Rabu, 22 Desember 2010
Jam 00.07 dini hari. Lagi enak-enaknya tidur saya dibangunin buat periksa dalem. Nggak sakit kok, katanya miss v saya tergolong elastis. Oh alhamdulillah deh, jadi kemungkinan saya nggak dapat jahitan. *ngarep..*
Habis sarapan pagi, seorang bidan ngasih tau kalau hari ini nggak ada induksi karena mau dipantau dulu. Induksi dilakukan kembali sekitar jam 4 sore, kata dokter Bob sih namanya akselerasi, tetesan induksinya ditambah jadi 60 tetes per menit. Nggak sampai 30 menit dari cairan induksi dipasang, ketuban saya pecah. Kata bidan itu pertanda bagus karena pembukaannya bisa cepet. "Paling cepet jam 4 pagi Ibu sudah melahirkan," kata dokter Bob pas ngevisit saya.
Dari pecah ketuban, setiap berapa jam gitu saya diperiksa dalam dan dicek jantung janin. Entah itu dilakukan berapa kali sampai proses melahirkan. Harus saya akui, mules diinduksi memang luar biasa, yang nggak enak adalah mulesnya bener-bener terus-terusan, saya nggak dikasih jeda sedikitpun untuk merasakan ketenangan. Pas saya tanya ke bidan, memang begitu kalau diinduksi. Ya oke lah, toh mules ini kan yang saya rindukan sejak kemarin-kemarin. :p
Yang paling menyiksa adalah saat keinginan mengejan begitu besar tapi saya dilarang untuk melakukan itu. Kalau nggak salah pas bukaan 7-10.. Nahannya membuat saya nyahoo hehehehe.. 8 jam lebih saya mengalami hal ini. Wah pingin bunuh diri deh pokoknya, Ibu dan Seno yang melihat saya kesakitan dan mondar-mandir nggak jelas di kamar sambil terus mengaduh cuma bisa berdoa dan ngasih supprort. Saya sempet nyerah, dan minta disesar. Tapi Ibu dan Seno terus menggenjot semangat saya. ''Sabar, sebentar lagi kok''..
Denger jawaban begitu saya jelas senewen. ''Sabar, sabar, ih nggak ngerasain sih. Mana sih dokter Bob. Lama banget, katanya tadi jam 10, sekarang udah jam 11 nggak dateng-dateng,"
Saya tanya ke bidan-bidan yang bolak balik mantau saya. ''udah bukaan berapa sih mba, saya udah kepingin banget ngeden nihh. Masa daritadi 9 terus. Dokter Bob juga mana sih," saya yang tadinya sebel banget periksa dalam kali ini maksa minta diperiksa. ''Nggak boleh sering-sering bu, nanti infeksi," kata bidan muda itu.
''Lah gimana sih, giliran saya yang minta kok nggak dikasih. Saya nggak minta malah diperiksa mulu," kata saya dengan nada sebel. Bidan-bidan yang ngontrol saya nyaranin saya untuk tiduran miring ke kiri biar bukaannya cepet. Lah mana saya kuat nahan ngeden begini sambil tiduran. Setiap kali hasrat mengedan dateng, saya sekuat tenaga nahan buat gak ngeden. Hasilnya, air ketuban saya semakin banyak mengucur. Ih ngeri juga liatnya, soalnya udah bercampur darah gitu. Baju yang saya pakai udah basah semua, saya minta bajunya diganti.
Sepanjang menahan ngeden saya cuma ngegrutu nggak jelas sambil mondar-mandir di ruangan, duduk bangun dibangku kecil. Seno cuma bisa ngeliatin saya sambil berdoa. Dia pun nawarin saya makan, karena dari tadi pagi saya nggak nafsu makan apa-apa. Saya cuma minum, makan buah, dan makan bubur kacang hijau beberapa sendok ke mulut saya.
"Ih nyebelin banget sih, daritadi nawarin makan mulu, lagi sakit begini mana nafsu makan," jawab saya saat suami top markotop saya itu nawarin makan. Kalau inget kejadian itu, sumpaaah saya nyesel banget ngomong begitu ke dia.
Tiba-tiba dokter Bob nongol didepan pintu sambil senyam senyum liatin saya lagi jenggut-jenggut rambut sendiri.
''Dokter, udah kali nih, saya dari tadi udah kepingin ngeden banget. Kata bidan udah bukaan 9. Dokter deh ngecek udah berapa sekarang," kata saya.
''Kalau ibu masih sanggup berdiri dan jalan-jalan kayak begini belom lengkap pembukaannya," jawab beliau.
''Aduh dok, saya malah nggak sanggup kalau nahan ngeden sambil sambil tiduran. Yang ada saya makin sakit," eh ada yang aneh loh,, selepas saya ngomong begini ke dokter Bob, mules sama hasrat ngeden saya lenyap.
Dokter Bob nyuruh saya berbaring karena beliau sendiri yang akan periksa udah bukaan berapa sekarang. Saya rebahan, ngangkang selebar-lebarnya. Dalam hati, saya udah ngeri duluan diperiksa dalam sama beliau, kebayang dong jari-jari orang gemuk sebesar apa. Diperiksa bidan yang tangannya mungil gitu aja ngilu, gimana ini.
Dan bener, kali ini saya beneran teriak manggil nama Allah pas dokter melakukan pemeriksaan dalam. "Oke, bawa dia ke ruangan saya sekarang,'' perintah dia ke bidan-bidannya. ''Ibu mau jalan sendiri atau pakai kursi roda" tanya dokter Bob.
''Saya jalan sendiri deh dok," saya dibantu Seno dan didampingi Ibu ke ruang bersalin. Di ruangan beliau, saya berbaring dan ngangkang di tempat bersalin.
Bidan-bidan dan dokter Bob nyiapin peralatan. Seno dan Ibu megangin saya dari belakang. Saya berdoa semoga mules dan hasrat ingin ngeden ada lagi. Soalnya begitu liat dokter Bob mules sama hasrat buat ngeden lenyap.
Peralatan pun ready. Dokter Bob nyuruh saya untuk ngeden seperti orang pup sambil memancing agar pup sama air seni saya keluar semua. ''Nah kalau Ibu sudah bisa pup dan ngencingin saya berarti bagus ngedennya. Ibu berhasil," kata dia. ''Maaf dok," kata saya.
''Nggak apa-apa, orang lahiran memang harus pup dan pipis dulu. Sekarang begitu mules dateng Ibu ngeden ya," kata dia. Saat keinginan mengejan datang, saya ngeden sekuat tenaga. Awal-awal saya salah ngeden dan lama-lama biasa. Untuk memunculkan kepala Kenzi ke permukaan entah berapa kali saya ngeden. Rasanya lemas, maklum nggak tidur semalaman dan nggak makan pula. Yang saya nggak tahu, untuk ngeluarin kepala bayi butuh tenaga super besar. Mungkin dokter Bob liat saya udah nggak sanggup ngeden lagi, beliau pun ngambil alat vakum. ''Jangan kuatir dengan vakum. Otak dan kepala bayi nggak akan rusak dengan divakum,''. Beliau pun nyuruh saya ngeden lagi, tapi tenaga saya kurang.
''Kalau Ibu dua kali lagi nggak bisa ngeden saya gunting nih," kata dia, mungkin ngancem, mungkin kasih motivasi.
Saya berdoa dalam hati agar dikasih kekuatan untuk ngeden lagi. Saya ngeden sekali, dan saya ngeliat dokter Bob udah megang gunting. dan settttt robeklah miss v eike. Dalam hati, baru juga sekali ngeden, katanya dua kali lagi, kok baru sekali udah digunting sih. Yah kena jahitan deh.
Setelah diepis (digunting), saya disuruh ngeden sekuat tenaga sama dokter Bob dan keluarlah Kenzie pada jam 1.19 siang. Kenzie langsung ditaro diatas perut saya sambil digunting tali pusatnya. Ternyata ngeluarin kepala susah yak, beda saat badan Kenzie ngelewatin jalan lahir. Berasa ngeluarin jeli yang gede banget. Hihihihi.. Ngeliat kepala Kenzie yang agak lonjong saya jadi makin nelangsa. Kenzie langsung dibawa bidan ke ruang sebelah diikuti Seno, sekalian mengazankan.
Kenzie nangis kuenceng banget. Dokter Bob ngeluarin plasenta dan menguras rahim saya. Jangan ditanya rasanya kayak apa. And then beliau ngobras deh. Setelah itu beres. Saya pun didera rasa ngantuk berat tapi nggak boleh tidur. Sambil didorong keluar ruangan, saya pandangi dokter Bob yang duduk di kursi kerjanya. "Makasih banyak dok," si dokter baik hati itu cuma senyum ajah.
Karena dilarang tidur, saya minta diambilin handphone. Saya mau facebookan biar nggak ngantuk heehehheh..
Setelah melahirkan, perasaan saya plong banget. Saya bersyukur datang ke tempat ini, keyakinan saya pada dokter Bob bisa menolong persalinan saya dengan normal terbukti. Saya bersyukur ditangani oleh orang yang tepat. Didampingi bidan-bidan yang super ramah, baik hati dan tidak membeda-bedakan pasien, entah itu pasien kaya atau miskin. Sikap sama yang dimiliki bos mereka.
Klinik dokter Bob memang jauh dari kesan mewah. Tapi apa yang dokter Bob dan seluruh pegawainya berikan kepada pasiennya adalah istimewa dan mewah. Kami, semua pasien, tanpa dipandang dari kelas apa, punya uang berapa dan datang naik apa sama-sama dilayani dengan rata. Keramahan, kehangatan dan sikap empati yang begitu besar benar-benar membuat saya nyaman.
Dari cerita yang saya denger dari bidan-bidan di klinik ini, dokter Bob sudah banyak menangani orang-orang yang divonis tidak bisa melahirkan normal bisa normal. ''Vagina adalah jalan dari Tuhan,''. Begitu kata dokter Bob setiap ngebahas masalah persalinan. Pantesan beliau santai banget orangnya. Di ruang bersalin sempet-sempetnya dia becanda sama pasien.
Mungkin, kalian nggak akan percaya dengan tarif yang dikenakan beliau ke saya. Sangat jauh diluar bayangan saya dan Seno. Untuk kenyamanan, kehangatan, pelayanan yang super ramah layaknya di kelas VIP, makan bergizi 3 kali sehari, jam besuk yang bebas dan jumlah penunggu pasien yang juga tidak dibatasi itu beliau memberikan harga hanya Rp1,5 juta.
Subhanallah.. Mungkin ini rejekinya Kenzie kali ya. Saya dan Seno hanya bisa mendoakan agar klinik ini terus dibanjiri pasien dan rumah sakit dengan tarif termurah untuk mereka yang membutuhkan yang lagi direncanakan dokter Bob bisa terbangun. Tetap rendah hati dan idealis ya dok :D
Selasa, 14 Desember 2010
Salah Ngitung Prediksi Persalinan?
Tanggal 14 Desember, hari ini sesuai dengan prediksi dokter saya sudah melahirkan. Tapi nyatanya belum, ada sedikit kekhawatiran tapi buru-buru saya tepis. Ini pasti salah hitung, karena waktu itu saya salah ngasih tau tanggal terakhir haid saya ke dokter dan bidan yaitu 5 maret 2010. Pas saya, liat-liat kalender haid lagi, ternyata haid terakhir saya 10 Maret. Nah, kalau yang dipakai 10 Maret, berarti prediksi kelahiran yang benar adalah tangal 17 Desember. Masih 3 hari dari sekarang.
Sebetulnya, belakangan ini saya agak bete sih. Mungkin akumulatif karena hampir 3 minggu saya ngendon di rumah tanpa ada aktifitas yang berarti. Biasanya saya wara wiri, kesana kesini, eh tiba-tiba masuk kandang. Hmmm, orang yang gak hamil yang setipe sama saya aja pasti ngerasain hal yang sama. kebetean saya nambah, saat saya dihujani pertanyaan "Kapan lahiran?" atau "Kok nggak lahir-lahir sih?".. Ya ampun, mending nanyanya sekali, lah ini berulang kali. Saya, yang tadinya tenang-tenang aja jadi sedikit terpengaruh. Akhirnya, hanya mereka yang bertanya satu kali yang saya jawab, mereka yang tanya berkali-kali via sms dan facebook saya cuekin. Kalau yang nanya ketemu langsung, paling saya jawab "Belum waktunya lahir, gimana dong?"
Kadang, saya ngebandingin juga sama temen-temen yang persalinannya lebih cepat dari prediksi. Usaha saya untuk merangsang kontraksi juga jalan terus, mulai dari merangsang puting sambil massage payudara, berhubungan seksual sama suami dua hari sekali sampai banyak jalan. Hasilnya, emang sih kontraksi, tapi nggak mules-mules. So, saya terusin aja usaha itu, sambil berdoa banyak-banyak lah sama Allah.
Disamping itu, saya terus mensugesti bahwa persalinan saya akan lancar, mudah dan cepat, NORMAL pula! hehehehhe..
Kalau pun sampai tanggal 17 Desember nggak kunjung lahir, saya mau ke dokter, mau ngecek kondisi air ketuban dan plasenta saya. Pokoknya saya akan sabar menunggu datangnya mules yang alami. Sempet browsing juga sih gimana caranya merangsang mules, dan muncullah RUMPUT FATIMAH.. Katanya, rumput fatimah ini tokcer banget untuk merangsang mulas dan mempercepat proses persalinan. Tapi, melihat resiko pendarahan yang hebat akibat meminum ini saya jadi mikir dua kali. Karena didalam rumput fatimah ini mengandung zat yang bisa membuat pembuluh darah pecah. Ini dipakai juga untuk memperlancar haid, dan para wanita yang mau nggugurin kandungan. Mungkin, tergantung dosis kali ya..
Mungkin, nggak ada salahnya dicoba.. dan pokoknya, Induksi adalah alternatif terakhir setelah usaha-usaha tadi. Doakan ya..
Sebetulnya, belakangan ini saya agak bete sih. Mungkin akumulatif karena hampir 3 minggu saya ngendon di rumah tanpa ada aktifitas yang berarti. Biasanya saya wara wiri, kesana kesini, eh tiba-tiba masuk kandang. Hmmm, orang yang gak hamil yang setipe sama saya aja pasti ngerasain hal yang sama. kebetean saya nambah, saat saya dihujani pertanyaan "Kapan lahiran?" atau "Kok nggak lahir-lahir sih?".. Ya ampun, mending nanyanya sekali, lah ini berulang kali. Saya, yang tadinya tenang-tenang aja jadi sedikit terpengaruh. Akhirnya, hanya mereka yang bertanya satu kali yang saya jawab, mereka yang tanya berkali-kali via sms dan facebook saya cuekin. Kalau yang nanya ketemu langsung, paling saya jawab "Belum waktunya lahir, gimana dong?"
Kadang, saya ngebandingin juga sama temen-temen yang persalinannya lebih cepat dari prediksi. Usaha saya untuk merangsang kontraksi juga jalan terus, mulai dari merangsang puting sambil massage payudara, berhubungan seksual sama suami dua hari sekali sampai banyak jalan. Hasilnya, emang sih kontraksi, tapi nggak mules-mules. So, saya terusin aja usaha itu, sambil berdoa banyak-banyak lah sama Allah.
Disamping itu, saya terus mensugesti bahwa persalinan saya akan lancar, mudah dan cepat, NORMAL pula! hehehehhe..
Kalau pun sampai tanggal 17 Desember nggak kunjung lahir, saya mau ke dokter, mau ngecek kondisi air ketuban dan plasenta saya. Pokoknya saya akan sabar menunggu datangnya mules yang alami. Sempet browsing juga sih gimana caranya merangsang mules, dan muncullah RUMPUT FATIMAH.. Katanya, rumput fatimah ini tokcer banget untuk merangsang mulas dan mempercepat proses persalinan. Tapi, melihat resiko pendarahan yang hebat akibat meminum ini saya jadi mikir dua kali. Karena didalam rumput fatimah ini mengandung zat yang bisa membuat pembuluh darah pecah. Ini dipakai juga untuk memperlancar haid, dan para wanita yang mau nggugurin kandungan. Mungkin, tergantung dosis kali ya..
Mungkin, nggak ada salahnya dicoba.. dan pokoknya, Induksi adalah alternatif terakhir setelah usaha-usaha tadi. Doakan ya..
Minggu, 05 Desember 2010
Inilah yang Harus Dilakukan Sebelum Bersalin
Bersalin, melahirkan atau ngebrojolin orok pasti dialami hampir semua perempuan -kecuali mereka yang memang nggak ditakdirkan hamil dan melahirkan ya, itu lain cerita-. Kesibukan para calon ibu yang akan melahrkan anak pertamanya menjelang melahirkan pasti macam-macam. Ada yang sibuk nyari info gimana rasanya melahirkan, rasa sakit yang diderita, teknik mengejan yang benar sampai bagaimana pernak-pernik mengurusi bayu lahir. Itu sih saya banget.
Khusus untuk yang satu itu, saya lagi belajar untuk tetap rileks dan berpikir positif. Rileks akan membuat saya lebih sabar dan tenang. Kenapa mesti sabar, karena emosi orang mau melahirkan super sensitif. Dia akan mengalami satu hal yang menakjubkan, menyakitkan sekaligus menyenangkan. So, perasaan itu hampir dialami semua calon ibu yang mau melahirkan.
Soal sakit, semua orang melahirkan pasti merasakannya. Entah disesar atau normal. Tapi bukan itu intinya, bagi saya setiap orang punya cara sendiri-sendiri buat menghadapi rasa sakit dan rasa takut. Peristiwa melahirkan antara ibu yang satu dengan ibu yang lain juga nggak bisa disamakan. Ya kan? setuju nggak?
Ada teman saya yang belum lama ini melahirkan, dia cerita, mungkin kedengerannya menakutkan ya buat orang lain atau buat dia juga. Tapi kok saya biasa aja yang dengernya, karena buat saya, saya nggak ngalamin itu jadi bagaimana bisa saya membenarkan cerita dia kalau saya aja belum mengalami. Orang mau cerita sehoror apapun ke saya soal melahirkan, nggak akan ngaruh. Karena saya belum mengalami sendiri.
Kalau saya lagi kontraksi palsu atau mengeluh sakit pinggang atau apalah, entah kenapa nggak ada keinginan mengekspresikan dengan berteriak atau melakukan suatu yang ekstrim. Paling banter saya ngadu aja ke suami, atau menghirup nafas dalam-dalam untuk mengalihkan rasa sakit.
Hal yang sama akan saya lakukan saat rasa mulas yang konon katanya 1000 kali lipat dari mulasnya orang diare. Justru saya lagi nunggu mulas itu datang. Anytime, semakin mules semakin baik. Tak apalah merasakan mules berjam-jam, karena setelah itu Allah akan kasih obatnya, yaitu liat anak saya. Ya kan? Saya percaya deh, Allah itu adil. Dia yang membuat rasa sakit dan Dia juga yang ngasih penyembuhnya.
So, Bumil, untuk apa tegang, relaks aja karena melahirkan itu bagian dari proses alami.
Khusus untuk yang satu itu, saya lagi belajar untuk tetap rileks dan berpikir positif. Rileks akan membuat saya lebih sabar dan tenang. Kenapa mesti sabar, karena emosi orang mau melahirkan super sensitif. Dia akan mengalami satu hal yang menakjubkan, menyakitkan sekaligus menyenangkan. So, perasaan itu hampir dialami semua calon ibu yang mau melahirkan.
Soal sakit, semua orang melahirkan pasti merasakannya. Entah disesar atau normal. Tapi bukan itu intinya, bagi saya setiap orang punya cara sendiri-sendiri buat menghadapi rasa sakit dan rasa takut. Peristiwa melahirkan antara ibu yang satu dengan ibu yang lain juga nggak bisa disamakan. Ya kan? setuju nggak?
Ada teman saya yang belum lama ini melahirkan, dia cerita, mungkin kedengerannya menakutkan ya buat orang lain atau buat dia juga. Tapi kok saya biasa aja yang dengernya, karena buat saya, saya nggak ngalamin itu jadi bagaimana bisa saya membenarkan cerita dia kalau saya aja belum mengalami. Orang mau cerita sehoror apapun ke saya soal melahirkan, nggak akan ngaruh. Karena saya belum mengalami sendiri.
Kalau saya lagi kontraksi palsu atau mengeluh sakit pinggang atau apalah, entah kenapa nggak ada keinginan mengekspresikan dengan berteriak atau melakukan suatu yang ekstrim. Paling banter saya ngadu aja ke suami, atau menghirup nafas dalam-dalam untuk mengalihkan rasa sakit.
Hal yang sama akan saya lakukan saat rasa mulas yang konon katanya 1000 kali lipat dari mulasnya orang diare. Justru saya lagi nunggu mulas itu datang. Anytime, semakin mules semakin baik. Tak apalah merasakan mules berjam-jam, karena setelah itu Allah akan kasih obatnya, yaitu liat anak saya. Ya kan? Saya percaya deh, Allah itu adil. Dia yang membuat rasa sakit dan Dia juga yang ngasih penyembuhnya.
So, Bumil, untuk apa tegang, relaks aja karena melahirkan itu bagian dari proses alami.
Jumat, 03 Desember 2010
Nunggu Kenzie Lahir (Part 1)
Sudah lima hari saya di rumah aja. Bosen? enggak tuh. Karena banyak hal yang saya kerjain di rumah. Mulai dari rutinitas pekerjaan rumah tangga yang kemaren-kemaren saya lakukan seminggu sekali. Misalnya, kayak nyuci baju dan menyetrika hehehehe. Kalau cuci piring dan ngepel sih bisa lah sekarang sehari sekali. Itung-itung sambil nunggu Kenzie lahir. Tapi emang dasarnya juga sih saya nggak bisa diem.
Bebenah saya mulai dari ruang depan, saya mensweeping barang-barang di lemari yang udah nggak layak disimpan. Lumayan capek karena harus bangun duduk, bangun dan duduk lagi. Secara ya booo perut lagi guede gini. Semar-semir sepatu, njemur sepatu, dan beresin dapur. Hasilnya, tatanan rumah jauh lebih better.
Ternyata enak ya jadi Ibu RT. Pagi-pagi setelah salat subuh, bikin sarapan buat kita berdua, bikin kopi untuk suami dan susu hamil untuk saya. Sedikit jalan-jalan pagi, maksudnya sih mondar-mandir hhehehe, di koridor ruangan yang menghubungkan dapur dan ruang tivi. Selepas cipika cipiki melepas kepergian suami kerja, bebebah deh, nyapu-nyapu kek, ngepel teras depan, mandi dan nonton tivi. Kadang main ke rumah ibu. Atau kemana gitu yang penting jalan kaki.
Kalau ada yang harus dimasak untuk makan siang ya saya masak, kalau ada cucian yang harus direndam dan dicuci ya saya cuci, cuci piring, nyikat kamar mandi atau apa aja yang penting nggak diem aja. Jadi jauh deh dari rasa boring itu :D
Begitu azan dzuhur, saya solat trus tidur siang deh sampek asar. Mumpung bisa tidur siang. Kemaren-kemaren kan enggak bisa karena 'diganggu' liputan. Nah, mungkin kalau Kenzie udah lahir juga agak susah tidur.
Well, intinya saya nikmati betul masa-masa cuti ini, masa-masa menunggu Kenzie lahir. Menyenangkan!
Bebenah saya mulai dari ruang depan, saya mensweeping barang-barang di lemari yang udah nggak layak disimpan. Lumayan capek karena harus bangun duduk, bangun dan duduk lagi. Secara ya booo perut lagi guede gini. Semar-semir sepatu, njemur sepatu, dan beresin dapur. Hasilnya, tatanan rumah jauh lebih better.
Ternyata enak ya jadi Ibu RT. Pagi-pagi setelah salat subuh, bikin sarapan buat kita berdua, bikin kopi untuk suami dan susu hamil untuk saya. Sedikit jalan-jalan pagi, maksudnya sih mondar-mandir hhehehe, di koridor ruangan yang menghubungkan dapur dan ruang tivi. Selepas cipika cipiki melepas kepergian suami kerja, bebebah deh, nyapu-nyapu kek, ngepel teras depan, mandi dan nonton tivi. Kadang main ke rumah ibu. Atau kemana gitu yang penting jalan kaki.
Kalau ada yang harus dimasak untuk makan siang ya saya masak, kalau ada cucian yang harus direndam dan dicuci ya saya cuci, cuci piring, nyikat kamar mandi atau apa aja yang penting nggak diem aja. Jadi jauh deh dari rasa boring itu :D
Begitu azan dzuhur, saya solat trus tidur siang deh sampek asar. Mumpung bisa tidur siang. Kemaren-kemaren kan enggak bisa karena 'diganggu' liputan. Nah, mungkin kalau Kenzie udah lahir juga agak susah tidur.
Well, intinya saya nikmati betul masa-masa cuti ini, masa-masa menunggu Kenzie lahir. Menyenangkan!
Minggu, 28 November 2010
Last Day at Okezone.com

Minggu, 28 November 2010, adalah hari terakhir saya di kantor ini. Sedikit sedih sih karena besok dan besoknya lagi saya sudah nggak kerja untuk media yang saya cintai ini.-Dicintai secara pekerjaan tapi tidak dengan manajemen bapuk-. Well, meski saat cuti saya masih terdaftar sebagai karyawan kontrak di sini, tapi hitungan saya sudah tidak lagi, mulai hari ini.
Berikut saya jabarin bagaimana hari terakhir saya di kantor yang kalau weekend ini panas bak neraka karena AC mati. hihihi..
Jam 6.30, lokasi di kontrakan
Saya bangun, kesiangan sih, dan nggak salat subuh pula. Saya mandi, bikin susu untuk diri sendiri dan kopi untuk suami. Diselingi ngejemur baju, hasil kerja di kamar mandi berkolaborasi dengan mesin cuci kemarin. Ngeringin rambut dan jam 7.30 berangkat ke Stasiun Depok Baru. Nggak sampe 30 menit kereta ke Jakarta dateng. Kali ini, nggak naik AC Ekonomi atau Ekspres, maklum ini kan weekend jadi penumpang juga nggak banyak. Alhamdulillah dapat tempat duduk. 45 menit kemudian sampailah saya di kantor.
Jam 8.45 WIB, lokasi di Stasiun Gindangdia
Karena belum sarapan, saya beli nasi uduk di bawah rel kereta dan akan memakannya setibanya di kantor. Perjalanan dari Bareta (Bawah rel kereta) betul-betul saya nikmati. dan jam 9 sampailah saya di kantor.
Jam 09.00 WIB, lokasi di Kantor : Seperti yang sudah diduga sebelumnya, AC kantor mati saat weekend. Menyebalkan ya?. Hawa panas dan pengap, bau rokok dan debu menyambut saya. Dua orang reporter piket malam terlihat kusut di mejanya masing-masing, mungkin mereka belum tidur sejak semalam. Saya menyapa mereka dan sedikit membahas kesalahan berita yang saya tulis atas nama Ferdinan kemarin.
Sambil makan di lobi kantor yang dingin -heran, hanya AC di ruangan ini yang nyala- saya, Ferdinan dan Misbahol Munir ngobrol soal manajemen kantor. Misbahol, new comer ini, tanya-tanya soal kontrak dan lainnya, seperti salary reporter yang memprihatinkan sampai kenaikan status karyawan kontrak. Saya dan Ferdinan cuma bisa ketawa. Kami berdua cuma berpesan sama si new comer ini untuk tidak berharap banyak sama kantor ini.
Jam 9.30 WIB, obrolan selesai, mereka berdua pulang dan seorang asred yang baru saja menikah minggu lalu datang. Di redaksi news, hari ini cuma ada saya, Kang Dede si penganten baru dan Korlip. Time to work!
Dua jam berlalu, tapi mas Korlip belum juga datang, si manten baru nyeletuk kalau mas Korlip emang jagonya ngaret. "Padahal sebagai seorang Korlip dia harus datang lebih pagi, apalagi kalau hari minggu gini, kan kasihan yang piket," kata manten baru. Saya, no comment deh! Nanti kalau orangnya datang ya cuekin aja. Apapun yang terjadi dengan kantor ini hari ini beserta isinya, saya udah masa bodo.
Jam 11 lewat; Time to pesan makanan. Delivery Hokben enak kali ya, saya bersama seorang asred dari kanal lifestyle dan seorang reporter otomotif pesan Hokben. Pesanan datang jam 12.30 WIB. Langsung saya makan heheheh.. lapar booo..
Setelah makan siang, nggak ada acara dan peristiwa yang spesial. Ritmenya sangat flat, saking sepinya, saya masih bisa facebookan dan YM-n sama beberapa teman.
Oia, untuk sekedar mengenang dikemudian hari. Hari ini saya ditemani Korlip, Kang Dede, Susi (kanal news). Dari kanal sport ada Azwar dan seorang reporter yang nggak saya kenal namanya, anak baru soalnya. Di kanal lifestyle ada mba Nisa, di Kanal Ekonomi ada Widi dan seorang reporter baru. Di Kanal International ada seorang reporter baru dan Pasha dari kanal Otomotif. The only man redaktur pelaksana, Bang Fetra. Obe-nya Mas Wawan. Nongol pas jam makan siang doang dan sisanya ngabur entah kemana heheheh.
1 jam menjelang pulang, saya sempetin nulis di blog ini dan ngetik beberapa berita daerah. Usai azan maghrib dan salat maghrib, saya sama Susi mau pulang, kebetulan rumah kita searah looh..
Akhirnya, saya cuma bisa mengucakan selamat tinggal pekerjaan yang sangat menyenangkan, selamat tinggal manajemen kantor yang buruk dan sampai bertemu lagi temen-temen reporter di lapangan, di lain kesempatan pastinya.. someday, saya akan merindukan pekerjaan ini.
Hunting Info dan Beli Macam-Macam Clothdiapers
Dua minggu lagi Kenzi lahir -mudah-mudahan sesuai dengan prediksi ya- atau lebih cepat seminggu nggak apa-apa deh, pas usia Kenzie 39 minggu, yang penting posisinya aman.
Nah sebelum Kenzie lahir, saya lagi seneng hunting clothdiapers atau Clodi. Bahasa mudahnya, popok yang bisa dicuci dan katanya lebih hemat. Beside, si Clodi ini juga ramah lingkungan dan bisa menyelamatkan bumi. Go Green gitu deh. Untuk awalnya, mungkin agak berat ya karena harga Clodi yang bagus itu nggak murah. Paling murah diatas 70 ribu. Paling mahal 300 ribuan. Saya baru saja beli 3 Clodi dengan harga diskon, karena teman yang jual, kebetulan barang-barangnya lagi disale.
Mulanya, saya nggak paham sih gimana cara pakainya, dan takut juga ya beli, mengingat harganya yang lumayan menguras dompet. So, browsinglah saya dari situs penjual Clodi yang satu ke penjual yang lain. Dikit-dikit paham dan Insya Allah nggak nyesel belinya, demi menghemat sekian juta -setidaknya sampai dua tahun ke depan-.
Selang sehari setelah pesan via online, trio Clodi itu coolababy bamboo warna purple 90 ribu, Coolababy warna hijau dan orange (dua-duanya harganya 85 ribu) sampai ke tangan saya. Langsung deh saya cuci pakai detergen *detergennya sedikit aja ya* dan keringin pakai mesin cuci. Katanya, untuk menguji daya serap si Clodi, kita harus nyuci Clodi itu 2 atau 3 kali. Karena kalau enggak dicuci dulu, pipis bayinya bakal bleber kemana-mana. Jadi, saya ikuti aja deh petunjuknya. Toh, nggak ada ruginya nyuci doang. Oia, inget jangan pakai pewangi karena pewangi akan mengurangi daya serap Clodi terhadap pipis.
Asumsinya mungkin begini, katakanlah kita beli pampers atau popok sekali pakai sebulan 300 ribu maka dikali 12 bulan aja kita udah abis 3,6 juta setahunnya. 3,6 juta x 2 tahun = 7,2 juta. Nah, informasi yang saya terima dari situs-situs Clodi itu, paling nggak kita butuh sekitar 10 Clodi. 1 Clodi katakanlah harganya 100 ribu ya, berarti kalau dikali 10 kan sekitar 1 juta. See, berapa juta yang bisa kita hemat. Apalagi, setelah cuti melahirkan berakhir, saya akan jadi Full Time Mom saja. Pastinya hanya mengandalkan gaji suami doang.
Setelah browsing sana-sani, saya menemukan beberapa situs yang Insya Allah saya akan belanja online di tempat itu. Nah, ini situsnya, www.clothdiapersmurah.com dan butikclodi.com. Dari situs-situs yang saya temukan, dua alamat ini yang menurut saya punya koleksi yang banyak dan harganya juga terjangkau. Beda 5 ribu atau 10 ribu kan lumayan tho.. *dasar emak-emak. Biar nggak berat, saya belinya nyicil. Bulan ini udah beli 3 dan bulan depannya lagi beli lagi.
Meskipun bayi baru lahir udah bisa dipakein Clodi, tapi saya memilih untuk memakainya nanti setelah Kenzie berusia 2 atau 3 bulan. Saat dimana pup dan pipisnya sudah teratur. Kabarnya kan kalau baru lahir bayi itu pup dan pipis terus. Volumenya juga sedikit-sedikit dan harus segera diganti. Kalau nggak kulit baby yang sensitif itu bakal merah-merah. Well, untuk persediaan popok kain yang jadul sih saya punya 3 lusin. 2 lusin baru dan 1 lusin lungsuran dari adik saya yang bontot, Zahra.
So, ibu-ibu yang lain gimana? mau pakai Clodi juga nggak? pakai ya.. demi penghematan dan kecintaan kita untuk bumi..
Merek-merek yang direkomendasikan. Saya kasih menurut range kualitas barang ya.. hmmm ada harga ada mutu.
Romparooz (harga sekitar 275 sampai 295 ribu), Grovia (harga sekitar 275 ribu), Bumwear Cloth Diaper (harga 250 ribu), Grow with Green alias GG (harga sekitar 77 ribu), Cluebebe Pocket Diaper 85 sampai 110 ribu), Ananndapers 9harga sekitar 70 ribu). Masih banyak merek lokal lainnya yang jauh lebih murah. Sekali lagi, ada harga ada mutu, silahkan pilih sesuai dengan budget.
Kamis, 25 November 2010
You Know Dok, Pasien Sekarang Pinter-Pinter Tau!
Base on statusku today, tau nggak itu karena apa? aku dapet dokter baru di RS Budi Kemuliaan Jakarta, dapet baru karena baru daftar juga di sana. Secara general sih enak ya orangnya, udah senior pula, taksiran umurnya sih sekitar 50 tahunan.... Tapi booo, sombong deh dokter itu.. dia tanya dulu prediksi lahiran dari dokter pertama tanggal berapa? trus aku jawab tanggal 14 desember.
Doi bilang, prediksi pertama itu yang paling akurat. Nah, mintalah dia hasil print USG yang awal banget. aku bilang, nggak bawa bu, saya simpan di al-quran tapi saya ingat kok tanggal berapa. You knowww dia jawab apa? "Ibu, biarpun ibu pegangannya internet, tapi kalau nggak pernah kuliah kedokteran nggak akan ngerti deh soal beginian" Aseeeem! sombongnya orang ini.. dia kira informasi yang beredar di internet, buku dan majalah yang ditulis ahli atau dokter SpOG dia anggep apa? SAMPAH! ih menyebalkan... dalem hati, udah pertanyaan sama jawaban nggak nyambung. ih dia nanya prediksi lahiran kenapa bawa-bawa pengetahuan soal kehamilan yang aku baca di internet coba.. maklum udah uzur..
Dan konyolnya, setidaknya buat aku, dia nyaranin aku untuk CTG di minggu ke 38. Hallow dia itu nyaranin beneran apa cuma buat proyek doang sih. Emang dia pikir aku nggak tau CTG itu apa dan kapan sebaiknya dilakukan. CTG baru dilakukan pada Bumil dengan Kehamilan dengan komplikasi (darah tinggi, kencing manis, tiroid, penyakit infeksi kronis, Kehamilan dengan berat badan janin rendah (Intra Uterine Growth Retriction), Oligohidramnion (air ketuban sedikit sekali) dan Polihidramnion (air ketuban berlebih). sementara eike, nggak mengalami satu pun dari hal ini. Untuk janin eike, nggak ada masalah tuh. Denyut jantung dan gerakan semua oke.
Ih ketauan banget ngeproyekin pasien. Jadi kepikiran, kalau aku lahiran ditangan dia, jangan-jangan dia nggak sabar trus cari-cari alasan untuk tindakan ini itu dan berujung ke caesar. *ih ngebayanginny aja udah ngeri*.
Doi bilang, prediksi pertama itu yang paling akurat. Nah, mintalah dia hasil print USG yang awal banget. aku bilang, nggak bawa bu, saya simpan di al-quran tapi saya ingat kok tanggal berapa. You knowww dia jawab apa? "Ibu, biarpun ibu pegangannya internet, tapi kalau nggak pernah kuliah kedokteran nggak akan ngerti deh soal beginian" Aseeeem! sombongnya orang ini.. dia kira informasi yang beredar di internet, buku dan majalah yang ditulis ahli atau dokter SpOG dia anggep apa? SAMPAH! ih menyebalkan... dalem hati, udah pertanyaan sama jawaban nggak nyambung. ih dia nanya prediksi lahiran kenapa bawa-bawa pengetahuan soal kehamilan yang aku baca di internet coba.. maklum udah uzur..
Dan konyolnya, setidaknya buat aku, dia nyaranin aku untuk CTG di minggu ke 38. Hallow dia itu nyaranin beneran apa cuma buat proyek doang sih. Emang dia pikir aku nggak tau CTG itu apa dan kapan sebaiknya dilakukan. CTG baru dilakukan pada Bumil dengan Kehamilan dengan komplikasi (darah tinggi, kencing manis, tiroid, penyakit infeksi kronis, Kehamilan dengan berat badan janin rendah (Intra Uterine Growth Retriction), Oligohidramnion (air ketuban sedikit sekali) dan Polihidramnion (air ketuban berlebih). sementara eike, nggak mengalami satu pun dari hal ini. Untuk janin eike, nggak ada masalah tuh. Denyut jantung dan gerakan semua oke.
Ih ketauan banget ngeproyekin pasien. Jadi kepikiran, kalau aku lahiran ditangan dia, jangan-jangan dia nggak sabar trus cari-cari alasan untuk tindakan ini itu dan berujung ke caesar. *ih ngebayanginny aja udah ngeri*.
Selasa, 23 November 2010
Jangan Tanyakan 2 Hal Ini Pada Bumil!
Jangan pernah tanyakan dua pertanyaan ini kepada Ibu Hamil (Bumil) yang menunggu persalinan.
Nggak usah jauh-jauh, saya saja kerap dihujani dua pertanyaan ini. Memang nggak ada yang salah dengan pertanyaan ini tapi kalau terus-terusan dihujani pertanyaan kayak gini, bete juga saya.. Bagi yang belum tau, nih saya kasih bocorannya ya..
1. Kok Belum Cuti Sih?
Kalau pertanyaanya sekali dua kali sih boleh ya, tapi bagaimana kalau pertanyaan itu dilontarkan setiap hari, dengan kadang yang nanya itu-itu saja. Bosen kan?? atau kalimatnya begini, aduuuh pulang gih, nanti brojol di jalan loh? Udah gendut gini di rumah aja deh, istirahat! saya sih sebel kalau ditanya hal ini. Please ya, orang hamil itu bukan orang sakit yang harus diem aja di rumah. Justru menjelang bersalin gini, dia harus banyak beraktifitas.
2. Kok Belum Lahir Juga?
Nah, pernah kan denger orang nanya begini? hayoo ngaku deh. Saya-dengan prediksi melahirkan 3 minggu lagi- aja udah dihujani pertanyaan kek begini. Emang sih perut saya ini gede banget, udah mau meledak kali ya. Mungkin orang-orang juga udah nggak tega liat saya masih mondar-mandir Depok-Jakarta dengan naik sepeda motor (dibonceng sih hehehhe). Tapi jujur deh saya sebel kalau ditanyain ini. Toh kalau udah lahir juga nanti kalian pada tau semua. Yang paling nggak enak ya denger kalimat ini "Kok belum lahir juga sih, si anu udah lahiran looh padahal"..
Eh hallooo... meneketehe ini bayi mau lahir kapan. Dokter atau bidan kan manusia yang prediksinya juga bisa salah. Suka-suka Tuhan kenapa sih.. kan dia yang nentuain segalanya. Situ bawel amat. *umpat saya dalem hati*.
Nggak usah jauh-jauh, saya saja kerap dihujani dua pertanyaan ini. Memang nggak ada yang salah dengan pertanyaan ini tapi kalau terus-terusan dihujani pertanyaan kayak gini, bete juga saya.. Bagi yang belum tau, nih saya kasih bocorannya ya..
1. Kok Belum Cuti Sih?
Kalau pertanyaanya sekali dua kali sih boleh ya, tapi bagaimana kalau pertanyaan itu dilontarkan setiap hari, dengan kadang yang nanya itu-itu saja. Bosen kan?? atau kalimatnya begini, aduuuh pulang gih, nanti brojol di jalan loh? Udah gendut gini di rumah aja deh, istirahat! saya sih sebel kalau ditanya hal ini. Please ya, orang hamil itu bukan orang sakit yang harus diem aja di rumah. Justru menjelang bersalin gini, dia harus banyak beraktifitas.
2. Kok Belum Lahir Juga?
Nah, pernah kan denger orang nanya begini? hayoo ngaku deh. Saya-dengan prediksi melahirkan 3 minggu lagi- aja udah dihujani pertanyaan kek begini. Emang sih perut saya ini gede banget, udah mau meledak kali ya. Mungkin orang-orang juga udah nggak tega liat saya masih mondar-mandir Depok-Jakarta dengan naik sepeda motor (dibonceng sih hehehhe). Tapi jujur deh saya sebel kalau ditanyain ini. Toh kalau udah lahir juga nanti kalian pada tau semua. Yang paling nggak enak ya denger kalimat ini "Kok belum lahir juga sih, si anu udah lahiran looh padahal"..
Eh hallooo... meneketehe ini bayi mau lahir kapan. Dokter atau bidan kan manusia yang prediksinya juga bisa salah. Suka-suka Tuhan kenapa sih.. kan dia yang nentuain segalanya. Situ bawel amat. *umpat saya dalem hati*.
Senin, 22 November 2010
Sorry, I'm Out!
Saya bergabung di perusahaan media ini agustus 2008. Sejak awal sampai sekarang memang saya nggak pernah mempermasalahkan gaji yang saya terima. Saya pikir, seseorang yang mengeluhkan gaji di tengah-tengah dia bekerja itu konyol. Kan sebelum meneken kontrak, pihak perusahaan udah ngasih tau gaji yang akan kita terima sekian dan tunjangan ini itu sekian. Kalau nggak cocok, kan kita bisa menolak sejak awal. Kalau udah dikasih tau tetep teken kontrak, trus di tengah perjalanan kerja ngeluhin gaji, ya konyol. Bener nggak.
Cuma satu yang paling mengecewakan dari perusahaan itu, mereka melanggar undang-undang tenaga kerja. Gini ceritanya, saya masuk di perusahaan tersebut tahun 2008 dengan kontrak setahun, dan tahun berikutnya, 2009 juga setahun. Idealnya, saat kontrak ketiga yaitu tahun 2010, saya sudah diangkat sebagai karyawan tetap. Satu yang saya pikirkan saat itu, biar mereka bisa mencover biaya persalinan dan beberapa fasilitas lain yang akan saya dapatkan sebagai karyawan tetap.
Di awal tahun 2010, HRD manggil sebagian karyawan kontrak di perusahaan itu. Inti dari pertemuan itu, kita-kita yang sudah dua tahun bekerja tidak bisa diangkat jadi karyawan tetap dulu dengan alasan perombakan sistem di HRD. entah itu apa, yang jelas. Mereka baru bisa angkat kita jadi karyawan dengan setahun kontrak lagi. Nah, artinya kan setahun lagi tuh alias kalau untuk saya itu Agustus 2011 nanti. Jadi masing-masing orang harus melewati 3 tahun kontrak kepegawaian dulu.
Mungkin motif awalnya mereka nggak mau rugi aja kali ya ngangkat karyawan sebanyak itu. Belum lagi printilan-printilan kekecewaan lain yang bikin tensi darah naik. Mulai dari atasan yang kurang manusiawi, jaringan kurang dan kalau nyuruh suka nggak mikir-mikir dulu. Yah,kayak kurang pengalaman gitu lah.
Kenapa saya bilang mereka nggak manusiawi? Waktu kehamilan saya masih di trimester pertama, saya kan minta untuk gak piket malem. Mereka awalnya nggak ngasih tapi setelah debat sana debat sini dan ngancem resign baru deh mereka oke. Mustinya, mereka mikir dong, perempuan hamil disuruh begadang semalaman. Emang mereka nggak pernah liat istri mereka hamil apa?
Belom lagi asuransi yang dikasih itu abal-abal. Dimana-mana, perusahaan ngasih biaya untuk check-up kehamilan itu paling gak 9 kali check-up. Nah ini, cuma sekali pake. Pas saya tanya ke HRD, jawaban yang saya dapet itu konyol banget. "Loh emang mba mau periksa kehamilan sebulan sekali?" gue jawab aja, yaiyalah. Mas ini kayak gak punya istri aja. Dalam hati, mungkin bininya gak pernah hamil makanya dia gak tau.
Belum lagi urusan cuti, wah kayaknya mereka nggak ridho banget kalau buruhnya cuti. Giliran atasan atau asred yang cuti, langsung acc. Konyol, cuti kan hak kita, mau leyeh-leyeh doang kek, urusan kita dong.
Masih banyak lah kekecewaan yang lain yang ujung-ujungnya membuat saya mau resign setelah jatah cuti tiga bulan saya dapetin. Cuti kelar, saya langsung cabut. Mereka aja melanggar undang-undang, saya juga bisa melanggar aturan perusahaan yang nggak ada catatan hitam diatas putih itu yakni sebelum resign paling tidak ada pemberitahuan dua minggu atau satu bulan sebelum resign.
Masa bodo dengan aturan itu, resign mendadak adalah salah satu cara saya untuk membalas kekejian mereka. Toh nggak ada benefit yang berarti kalau saya bertahan di sana. Kalaupun jadi karyawan tetap gaji saya nggak akan naik. Yang membedakan antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak cuma satu. Kartu jamsostek. Amboi, kalau hanya Jamsostek, ngapain saya lama-lama di sini. Mending saya buka asuransi pensiun di tempat lain, yang benefitnya jauuuh lebih oke.
Atas alasan-alasan lain yang nggak mau saya sebutkan di sini, saya harus menyudahi kerja sama yang tidak menguntungkan ini paling lambat Maret 2011. Oke, memang dalam hidup, manusia cuma bisa merencanakan, berusaha, dan berdoa. Berhasil atau tidaknya tergantung Allah, Tuhan kita semua.
Misalnya kayak planing saya ini. Saya berencana untuk nggak kerja setelah melahirkan Kaka. Setelah masa cuti habis, saya mau cabut dari okezone.com. Selain karena kecewa berat sama manajemen okezone, saya mau total ngurus Kaka sampai kira-kira Kaka bisa ditinggal sama pengasuh atau sama neneknya. Mungkin paling cepet pas umur Kaka setahun saya udah harus kerja lagi. atau paling lambat ya tiga tahun. Tapiiii, planing saya bisa berubah. Misalnya, kalau saya terjebak sama keadaan yang nggak memungkinkan untuk resign, seperti Seno tiba-tiba dipecat sebelum saya mengundurkan diri.
Kalau-pun harus tetap bekerja, saya nggak mau di okezone lagi. Mungkin di masa-masa cuti saya bisa sambil ngelamar-ngelamar di tempat lain. Kenapa nggak tinggal lebih lama lagi di okezone?
No, perusahaan itu sampai kapanpun nggak akan membuat gaji saya naik. Mereka nggak menghargai pekerjanya sendiri, curang dan banyak lagi. Saya masih bertahan karena saya sedang hamil, saya nggak mau nggak dapat tunjangan di hari raya dan saya tetep mau dapet gaji setidaknya selama masa cuti melahirkan. Kejamnya, mereka sama sekali nggak mengganti biaya persalinan saya. Asuransi yang diberikan pun abal-abal.
Pokoknya sih saya bertekad bulat untuk hengkang dari okezone setelah cuti berakhir. Nggak peduli melanggar aturan atau apa. Rencana resign dari okezone sudah terpatri dalam hati.
Saya butuh suasana baru, atasan baru, gaji baru dan pastinya meningkat dari sebelumnya, manajemen kantor yang lebih baik, dan pro rakyat. *ngimpiii kali ye.. buka usaha sendiri sono kalau mau*
You right Pak Mario Teguh.. Anak buah membayar pengabdiannya kepada atasannya dengan usia. Jika anak buah salah memilih atasan, maka dia akan menyia-nyiakan usianya. Jika dia tidak menghormati anda dan tidak memungkinkan anda untuk menjadi pribadi yang mandiri dan terhormat, untuk apakah anda berlama-lama dibawahnya?
Rezeki Tuhan tersebar di muka bumi dan siap diunduh oleh jiwa yang tegas bagi kebaikan hidupnya.
Cuma satu yang paling mengecewakan dari perusahaan itu, mereka melanggar undang-undang tenaga kerja. Gini ceritanya, saya masuk di perusahaan tersebut tahun 2008 dengan kontrak setahun, dan tahun berikutnya, 2009 juga setahun. Idealnya, saat kontrak ketiga yaitu tahun 2010, saya sudah diangkat sebagai karyawan tetap. Satu yang saya pikirkan saat itu, biar mereka bisa mencover biaya persalinan dan beberapa fasilitas lain yang akan saya dapatkan sebagai karyawan tetap.
Di awal tahun 2010, HRD manggil sebagian karyawan kontrak di perusahaan itu. Inti dari pertemuan itu, kita-kita yang sudah dua tahun bekerja tidak bisa diangkat jadi karyawan tetap dulu dengan alasan perombakan sistem di HRD. entah itu apa, yang jelas. Mereka baru bisa angkat kita jadi karyawan dengan setahun kontrak lagi. Nah, artinya kan setahun lagi tuh alias kalau untuk saya itu Agustus 2011 nanti. Jadi masing-masing orang harus melewati 3 tahun kontrak kepegawaian dulu.
Mungkin motif awalnya mereka nggak mau rugi aja kali ya ngangkat karyawan sebanyak itu. Belum lagi printilan-printilan kekecewaan lain yang bikin tensi darah naik. Mulai dari atasan yang kurang manusiawi, jaringan kurang dan kalau nyuruh suka nggak mikir-mikir dulu. Yah,kayak kurang pengalaman gitu lah.
Kenapa saya bilang mereka nggak manusiawi? Waktu kehamilan saya masih di trimester pertama, saya kan minta untuk gak piket malem. Mereka awalnya nggak ngasih tapi setelah debat sana debat sini dan ngancem resign baru deh mereka oke. Mustinya, mereka mikir dong, perempuan hamil disuruh begadang semalaman. Emang mereka nggak pernah liat istri mereka hamil apa?
Belom lagi asuransi yang dikasih itu abal-abal. Dimana-mana, perusahaan ngasih biaya untuk check-up kehamilan itu paling gak 9 kali check-up. Nah ini, cuma sekali pake. Pas saya tanya ke HRD, jawaban yang saya dapet itu konyol banget. "Loh emang mba mau periksa kehamilan sebulan sekali?" gue jawab aja, yaiyalah. Mas ini kayak gak punya istri aja. Dalam hati, mungkin bininya gak pernah hamil makanya dia gak tau.
Belum lagi urusan cuti, wah kayaknya mereka nggak ridho banget kalau buruhnya cuti. Giliran atasan atau asred yang cuti, langsung acc. Konyol, cuti kan hak kita, mau leyeh-leyeh doang kek, urusan kita dong.
Masih banyak lah kekecewaan yang lain yang ujung-ujungnya membuat saya mau resign setelah jatah cuti tiga bulan saya dapetin. Cuti kelar, saya langsung cabut. Mereka aja melanggar undang-undang, saya juga bisa melanggar aturan perusahaan yang nggak ada catatan hitam diatas putih itu yakni sebelum resign paling tidak ada pemberitahuan dua minggu atau satu bulan sebelum resign.
Masa bodo dengan aturan itu, resign mendadak adalah salah satu cara saya untuk membalas kekejian mereka. Toh nggak ada benefit yang berarti kalau saya bertahan di sana. Kalaupun jadi karyawan tetap gaji saya nggak akan naik. Yang membedakan antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak cuma satu. Kartu jamsostek. Amboi, kalau hanya Jamsostek, ngapain saya lama-lama di sini. Mending saya buka asuransi pensiun di tempat lain, yang benefitnya jauuuh lebih oke.
Atas alasan-alasan lain yang nggak mau saya sebutkan di sini, saya harus menyudahi kerja sama yang tidak menguntungkan ini paling lambat Maret 2011. Oke, memang dalam hidup, manusia cuma bisa merencanakan, berusaha, dan berdoa. Berhasil atau tidaknya tergantung Allah, Tuhan kita semua.
Misalnya kayak planing saya ini. Saya berencana untuk nggak kerja setelah melahirkan Kaka. Setelah masa cuti habis, saya mau cabut dari okezone.com. Selain karena kecewa berat sama manajemen okezone, saya mau total ngurus Kaka sampai kira-kira Kaka bisa ditinggal sama pengasuh atau sama neneknya. Mungkin paling cepet pas umur Kaka setahun saya udah harus kerja lagi. atau paling lambat ya tiga tahun. Tapiiii, planing saya bisa berubah. Misalnya, kalau saya terjebak sama keadaan yang nggak memungkinkan untuk resign, seperti Seno tiba-tiba dipecat sebelum saya mengundurkan diri.
Kalau-pun harus tetap bekerja, saya nggak mau di okezone lagi. Mungkin di masa-masa cuti saya bisa sambil ngelamar-ngelamar di tempat lain. Kenapa nggak tinggal lebih lama lagi di okezone?
No, perusahaan itu sampai kapanpun nggak akan membuat gaji saya naik. Mereka nggak menghargai pekerjanya sendiri, curang dan banyak lagi. Saya masih bertahan karena saya sedang hamil, saya nggak mau nggak dapat tunjangan di hari raya dan saya tetep mau dapet gaji setidaknya selama masa cuti melahirkan. Kejamnya, mereka sama sekali nggak mengganti biaya persalinan saya. Asuransi yang diberikan pun abal-abal.
Pokoknya sih saya bertekad bulat untuk hengkang dari okezone setelah cuti berakhir. Nggak peduli melanggar aturan atau apa. Rencana resign dari okezone sudah terpatri dalam hati.
Saya butuh suasana baru, atasan baru, gaji baru dan pastinya meningkat dari sebelumnya, manajemen kantor yang lebih baik, dan pro rakyat. *ngimpiii kali ye.. buka usaha sendiri sono kalau mau*
You right Pak Mario Teguh.. Anak buah membayar pengabdiannya kepada atasannya dengan usia. Jika anak buah salah memilih atasan, maka dia akan menyia-nyiakan usianya. Jika dia tidak menghormati anda dan tidak memungkinkan anda untuk menjadi pribadi yang mandiri dan terhormat, untuk apakah anda berlama-lama dibawahnya?
Rezeki Tuhan tersebar di muka bumi dan siap diunduh oleh jiwa yang tegas bagi kebaikan hidupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)